Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk <p style="text-align: justify;"><strong>Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial</strong> presents scientific essays in the form of the results of <strong>field research</strong> on <strong>social welfare</strong>. Published by the <strong>Center for Education, Training and Professional Social Welfare Development, Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia</strong> in collaboration with the Association for Indonesian Trainers <strong>Ministry of Social Affairs of the Republic of Indonesia</strong> (<strong>Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia Kementerian Sosial RI</strong>).</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial </strong>is an open access, peer-reviewed journal, and has been accredited by Ministry of Research and Technology/National Research and Innovation Agency with Second Grade <strong>(SINTA 2)</strong>. Before submitting, please ensure that the manuscript is in accordance with our <a href="https://ejournal.kemensos.go.id/index.php/SosioKonsepsia/about"><strong>Focus and Scope</strong></a>, written in <strong>Bahasa Indonesia</strong>, and follows our <strong><a href="https://ejournal.kemensos.go.id/index.php/SosioKonsepsia/about/submissions">Author guidelines</a></strong> &amp; <strong><a href="https://drive.google.com/file/d/1df9GerSBfZb2J0RP5Egq5cNkhBnVzG18/view">Article template</a>.</strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Frequency : 3 issues per year<br />DOI : 10.33007/ska<br />ISSN : 2089-0338<br />E-ISSN : 2502-7921<br />APC : Free APC<br /></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Indexing : <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/2578">Sinta, </a><a href="https://search.crossref.org/?q=sosio+konsepsia&amp;from_ui=yes">Crossref, </a><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;user=q9X2WekAAAAJ">Google Scholar, </a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/32474">Garuda (New Website), </a><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/8340">Garuda (Old Webiste), </a><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;search_text=sosio%20konsepsia&amp;search_type=kws&amp;search_field=full_search&amp;and_facet_source_title=jour.1329420">Dimension, </a><a href="https://www.lens.org/lens/search/scholar/list?preview=true&amp;q=sosio%20konsepsia">Lens, </a><a href="https://app.scilit.net/sources/94791">Scilit, </a><a href="https://journalstories.ai/journal/2502-7921">Journalstories</a></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong>Important Dates :<br /></strong>Paper Submission Date: Any time<strong><br /></strong>Online Publication Date: Last date of April, August, December<strong><br />Acceptance Rate: 15 %</strong></p> <p style="text-align: justify;">For publications before 2022 can be accessed on the old website <a href="https://ejournal.kemensos.go.id/index.php/SosioKonsepsia/index">https://ejournal.kemensos.go.id/index.php/SosioKonsepsia/index</a></p> en-US humas.pusdiklatbangprof@gmail.com (Evy Flamboyan Minanda) sosiokonsepsia@gmail.com (Anisa Retno Febriyanti) Fri, 12 Dec 2025 06:13:54 +0700 OJS 3.3.0.7 https://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Implementasi Kebijakan Program Sekolah Rakyat Kementerian Sosial RI (Studi Kasus: Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan) https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3739 <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Poverty and education remain major global issues, particularly in Indonesia. The government has promoted a free, boarding-based education policy through the “Sekolah Rakyat” program, as stipulated in Instruksi Presiden No.8 Tahun 2025. This study aims to analyze the implementation of the Sekolah Rakyat program at SRMA 10 South Jakarta using a qualitative research method.The theoretical framework for implementation refers to George Edward III, which includes four key dimensions: communication, resources, implementer disposition, and bureaucratic structure. The results of the study show that all implementation dimensions function well, particularly in terms of communication and implementer disposition. However, the resource and bureaucratic structure dimensions still face challenges and obstacles in implementation. Furthermore, studies on Sekolah Rakyat remain very limited, as the program was only launched in July 2025. These insights are used to formulate recommendations for policymakers and program implementers to ensure that the Sekolah Rakyat program is implemented effectively in line with its main objectives.</p> </div> </div> </div> Kautsar Ibnu Muharam Ibnu, Teguh Kurniawan (Author) Copyright (c) 2025 Kautsar Ibnu Muharam Ibnu, Teguh Kurniawan (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3739 Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0700 Program Bantuan Permakanan bagi Penyandang Disabilitas Tahun 2024: Pendekatan CIPP dalam Konteks Perlindungan Sosial di Indonesia https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3689 <p>Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan Program Bantuan Permakanan bagi Penyandang Disabilitas Tahun 2024 menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam kerangka perlindungan sosial di Indonesia. Sebanyak 306 responden dari 12 provinsi dan 63 kabupaten/kota terlibat dalam survei ini. Data dianalisis secara kuantitatif dan dilengkapi dengan analisis pemodelan topik untuk mengidentifikasi kendala pelaksanaan dan saran perbaikan. Hasil menunjukkan program berjalan efektif dengan skor tertinggi pada variabel produk (94%), sementara kendala utama terjadi pada aspek pelaporan digital dan distribusi di wilayah geografis sulit. Temuan ini memberikan dasar empiris untuk peningkatan pelatihan teknis, penyesuaian indeks bantuan, penguatan sistem pelaporan, dan perluasan cakupan penerima manfaat. Penelitian ini berkontribusi dalam penguatan desain kebijakan bansos berbasis bukti untuk kelompok rentan.</p> Istiana Hermawati, Risnandar, Budi Trapsilo, Ade Chandra (Author) Copyright (c) 2025 Istiana Hermawati, Risnandar, Budi Trapsilo, Ade Chandra (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3689 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0700 Studi Deskriptif Gambaran Pengetahuan Seksual Anak Usia Dini di Kota Bandung https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3570 <p>Pengetahuan seksual menjadi bagian penting dari masa kanak-kanak untuk membentuk nilai dan sikap yang tepat terhadap seksualitas dan meningkatkan kemampuan anak untuk dapat menghindar dari resiko kekerasan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat pengetahuan seksual anak usia 4-6 tahun di Kota Bandung. Uji deskriptif dilakukan pada 261 responden menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, metode analisis statistik deskriptif dan metode penarikan sampel convenience sampling. Hasil uji menunjukkan bahwa mayoritas anak-anak (67,1 persen) memiliki pengetahuan seksual yang tinggi dengan skor pengetahuan berada dalam rentang 14-19. Sebanyak 30,2 persen anak memiliki pengetahuan seksual dalam kategori sedang dengan skor 7-13 dan 2,7 persen anak memiliki pengetahuan seksual dalam kategori rendah dengan skor 0-6. Secara keseluruhan, hasil uji deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia dini di Kota Bandung memiliki pengetahuan seksual yang tinggi namun masih terdapat sebagian kecil anak dengan pengetahuan dalam kategori sedang dan rendah yang perlu dioptimalkan. Perlunya peningkatan kemampuan guru dan orang tua dalam menyampaikan materi pendidikan seksual, pemilihan metode dan media yang tepat, penyusunan kurikulum pendidikan seksual yang sesuai serta evaluasi program pendidikan seksual secara berkala sebagai upaya meningkatkan pengetahuan seksual anak usia dini yang berada pada kategori sedang dan rendah di Kota Bandung ini.</p> Ayuzha Tidar Faradilla, Farida Kurniawati (Author) Copyright (c) 2025 Ayuzha Tidar Faradilla, Farida Kurniawati (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3570 Wed, 30 Apr 2025 00:00:00 +0700 Refleksi Kinerja Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Garut untuk Mendukung Program Pengentasan Kemiskinan https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3567 <p>Upaya penanganan kemiskinan secara berkelanjutan dilakukan baik dari pemerintah, lembaga internasional, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah dalam penanganan kemiskinan ini adalah <strong>pemberian bantuan sosial</strong> <strong>melalui </strong>Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam pelaksanaannya, PKH didampingi oleh Pendamping PKH yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan bimbingan, dukungan, dan pengajaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM agar dapat meningkatkan efektivitas program, dan dapat memberikan pendampingan yang berkualitas kepada KPM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman pendamping PKH terhadap kinerjanya dalam memberikan pendampingan di Kabupaten Garut. Aspek kinerja yang diteliti adalah: kualitas, produktifitas, ketepatan waktu, efektivitas, kemandirian, komitmen kerja, dan tanggung jawab pendamping PKH terhadap organisasi yang menaungi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode interpretif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui <em>fokus group discussion</em> dan studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah pendamping PKH di Kabupaten Garut yang telah bekerja minimal 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping PKH di Kabupaten Garut menunjukkan tingkat kinerja yang baik, walaupun mereka menghadapi tantangan dalam memenuhi tuntutan tugas mereka. Keberhasilan pendamping PKH ditunjukkan dengan banyaknya KPM yang graduasi karena telah dapat hidup mandiri secara ekonomi. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan kapasitas pendamping PKH untuk meningkatkan efektivitas program PKH dalam mengurangi kemiskinan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pendampingan PKH.</p> Sri Ratna Ningrum, Babang Robandi , Uyu Wahyudin , Mustofa Kamil, Enkeu Agiati (Author) Copyright (c) 2025 Sri Ratna Ningrum (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3567 Wed, 30 Apr 2025 00:00:00 +0700 Subordinasi Masyarakat Petani dalam Pengembangan Ekonomi Lokal https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3566 <p><em>Welfare pluralism</em> merupakan sebuah konsep yang mengusung gagasan bahwa kesejahteraan rakyat merupakan tanggung jawab bersama antara negara, pasar dan masyarakat. Setidaknya ada tiga bentuk institusi pengembangan ekonomi yang berupaya mewujudkan keadilan dan kemakmuran sesuai amanat konstitusi, yaitu <em>state driven development </em>(pengembangan ekonomi yang digerakkan oleh negara)<em>, market driven development </em>(pengembangan ekonomi yang digerakkan oleh pasar) dan <em>local people driven development </em>(pengembangan ekonomi yang digerakkan oleh masyarakat lokal). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola relasi dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan swasta yang diagendakan dalam program reformasi birokrasi untuk mendorong investasi swasta ke desa dengan tujuan menggerakkan ekonomi perdesaan supaya tumbuh dan merata. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di salah satu desa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil studi ini menunjukkan bahwa masuknya investor swasta ke desa tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kemakmuran masyarakat setempat tetapi justru mensubordinasi mereka. Bentuk-bentuk subordinasi tersebut mencakup: (1) dominasi perusahaan; tidak ada realisasi kolaborasi (2) pemberdayaan manipulatif; (3) membuat pemerintah desa <em>powerless</em>; (4) isu lingkungan; (5) CSR dengan pendekatan karitatif. Dalam kasus ini, implementasi <em>welfare pluralism</em> sebagai agenda kesejahteraan gotong royong antara negara, pasar dan masyarakat belum mampu mengembangkan ekonomi masyarakat lokal, karena yang terjadi bukan kolaborasi tetapi subordinasi.</p> Sri Widayanti, Sugiyanto, Erwan Susilo (Author) Copyright (c) 2025 Sri Widayanti, Sugiyanto, Erwan Susilo (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3566 Wed, 30 Apr 2025 00:00:00 +0700 Pemberdayaan Ekonomi Pada Perempuan Melalui Program Berkelanjutan https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3562 <p>Beberapa studi telah menyimpulkan bahwa skema pemberdayaan pada perempuan masih mengabaikan aspek gender. Artikel ini akan melihat pemberdayaan dari perspektif perempuan. Berlokasi di Makassar, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada pemberdayaan dompet dhuafa. Artikel ini menemukan bahwa pemberdayaan pada perempuan melalui program berbasis “on goin” telah terbukti mampu berkontribusi pada perempuan. Ada dua kontribusi langsung yang bisa dilihat, Pertama peningkatan pada ekonomi perempuan, kedua peningkatan keterampilan sosial pada perempuan. Penelitian ini berguna untuk memperluas wawasan dalam memahami pemberdayaan dari perspektif perempuan. Selain itu, secara praktis penelitian ini sangat bermanfaat terutama bagi pengambil kebijakan untuk melakukan intervensi pemberdayaan pada perempuan sesuai dengan tingkat kerentanan perempuan. Abstraksi kasus yang disajikan pada artikel ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Indonesia dalam mendesain program pemberdayaan yang berorientasi pada perempuan.&nbsp; Untuk itu, di bagian terakhir kami menyarankan beberapa poin untuk memperluas dan menduplikasi model pemberdayaan “Berkelanjutan” yang pada penelitian ini telah terbukti membantu perempuan</p> Sitti Rabiatul Wahdaniyah, Yulian Sri Lestari, Sunardi (Author) Copyright (c) 2025 Sitti Rabiatul Wahdaniyah, Yulian Sri Lestari, Sunardi (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3562 Tue, 26 Aug 2025 00:00:00 +0700 Dukungan Sosial terhadap Pengasuhan Balita Stunting: Perspektif Pengasuh di Nagari Tanjung Sumatera Barat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3525 <p>Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks di Indonesia, tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dukungan sosial dalam pengasuhan balita stunting di Nagari Tanjung, Sumatera Barat. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan desain explanatory sequential. Tahap kuantitatif melibatkan 47 pengasuh balita stunting melalui survei terstruktur, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif pengasuh dalam menerima dan memanfaatkan dukungan sosial. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk menguji hubungan antarvariabel dan thematic analysis untuk menggali tema-tema kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan dan kader Posyandu menjadi aktor utama pemberi dukungan sosial, sementara keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih terbatas akibat tekanan ekonomi dan kuatnya norma budaya patriarki. Pengasuh menghadapi beragam hambatan, seperti akses terbatas terhadap pangan bergizi, kurangnya stimulasi perkembangan anak, serta rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan. Dukungan sosial dari komunitas juga masih bersifat sporadis dan belum terstruktur secara berkelanjutan.Pemerintah memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem intervensi berbasis komunitas, termasuk melalui program pendampingan dan pemberdayaan kader. Meskipun bantuan sosial seperti PKH dan BPNT telah disalurkan, upaya edukasi pola asuh masih belum mencapai efektivitas yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan program yang lebih intensif untuk mendorong keterlibatan ayah, meningkatkan keterampilan ekonomi keluarga, serta memperkuat peran komunitas sebagai jaringan dukungan sosial dalam pengasuhan anak stunting.</p> Hermaini Siswati, Afrizal, Defriman Djafri, Denas Symon (Author) Copyright (c) 2025 Hermaini Siswati (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3525 Wed, 30 Apr 2025 00:00:00 +0700 Konversi Bentuk Kapital Untuk Pengentasan Kemiskinan Multidimensional Pada Penerima Bantuan Sosial Kewirausahaan di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3524 <p>Penelitian ini berfokus untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kapital (ekonomi, sosial, <em>embodied</em> dan digital) yang dimiliki oleh penerima bantuan sosial kewirausahaan di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor melalui konversi untuk mempercepat proses pengentasan kemiskinan multimensional. Dengan menggunakan metode fenomenologis, kami mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dan observasi dari tujuh penerima bantuan sosial kewirausahaan dari Kementerian Sosial RI, yang masih menjalankan usahanya dengan menggunakan <em>teknik pursposive sampling</em> dari empat desa di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Penelitian ini berfokus pada bagaimana bentuk-bentuk kapital dimanfaatkan oleh penerima bantuan untuk menjalankan dan mempertahankan kegiatan usaha melalui proses konversi dengan menggunakan kerangka teori praktik dari Pierre Bourdieu. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kapital ekonomi, sosial, digital dan <em>embodied</em> saling berinteraksi mendukung keberlanjutan usaha rumah tangga miskin. Kapital sosial memainkan peran penting dalam proses konversi kapital. Jaringan sosial dan kepercayaan membantu rumah tangga miskin mendapatkan sumber daya tambahan. Keterampilan e<em>mbodied</em> yang sudah dimiliki penerima bantuan mengotimalkan bantuan sosial kewirausahaan yang mereka terima. Sementara kapital digital masih terbatas pemanfaatannya namun memperkuat kapital sosial yang sebelumnya telah terbangun. Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukkan dalam melaksanakan program bantuan sosial yang lebih terintegrasi agar lebih tepat guna mengentaskan kemiskinan multidimensional.</p> Astriyana Telaumbanua, Robert M.Z Lawang (Author) Copyright (c) 2024 Astriyana Telaumbanua, Lawang (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3524 Fri, 20 Dec 2024 00:00:00 +0700 Optimalisasi Kualitas Hidup Anak Kanker Oleh Pekerja Sosial Melalui Kolaborasi Layanan Paliatif Berbasis Home care dan Telemedicine di Yayasan Rachel House https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3508 <p>Kanker menjadi salah satu penyebab kematian utama pada anak di Indonesia. Yayasan Rachel House menyediakan layanan paliatif <em>home care</em> dan <em>telemedicine </em>untuk meningkatkan kualitas hidup anak penderita kanker. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kualitas hidup anak kanker melalui kolaborasi layanan paliatif berbasis <em>Home care</em> dan <em>Telemedicine di </em>Yayasan Rachel House. Penelitian kuantitatif ini menggunakan kuesioner PedsQL <em>4.0 cancer module </em>untuk mengukur kualitas hidup 12 anak penderita kanker dari keluarga prasejahtera. Hasil penelitian menunjukkan kualitas hidup anak-anak secara keseluruhan baik (66,66%), dengan aspek sosial memiliki skor tertinggi (80,41%) dan aspek emosi dan perasaan terendah (52,5%). Optimalisasi layanan melalui kolaborasi layanan <em>home care</em> dan <em>telemedicine </em>efektif meningkatkan kualitas hidup anak penderita kanker, terutama dalam aspek kesehatan fisik,sosial dan pendidikan. Kebaruan penelitian ini adalah integrasi dan optimalisasi layanan paliatif <em>home care </em>dan <em>telemedicine </em>dalam konteks pekerjaan sosial komunitas, khususnya pada lingkup paliatif anak keluarga prasejahtera yang belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada penguatan peran profesi Pekerja Sosial di layanan paliatif serta pengembangan kebijakan perlindungan anak penyakit kronis dari keluarga pra Sejahtera. Rekomendasi penelitian ini yakni perlu diberikan perhatian khusus pada aspek emosional khususnya peningkatan kapasitas kader masyarakat dalam memberikan dukungan psikososial, serta mendorong tersedianya SDM Pekerja Sosial dalam layanan paliatif di Yayasan Rachel House.</p> Mari Esterilita, Zakiyah, Mochamad Robby Fajar Cahya , Husmiati Yusuf (Author) Copyright (c) 2025 Mari Esterilita, Zakiyah, Mochamad Robby Fajar Cahya , Husmiati Yusuf (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3508 Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0700 Dramaturgi Kehidupan Manusia Gerobak di Kota Bandar Lampung https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3504 <p>Penelitian ini memiliki relevansi penting dalam mengungkap dinamika sosial komunitas manusia gerobak di pusat Bandar Lampung, serta memberikan kontribusi akademis terhadap pemahaman kehidupan kelompok marginal di perkotaan, sekaligus menawarkan manfaat praktis bagi instansi terkait. Tujuan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi kehidupan manusia gerobak di Bandar Lampung dan menganalisis bagaimana manusia gerobak memanfaatkan kondisi sulit sebagai strategi untuk memperoleh bantuan, serta memberikan wawasan mengenai dinamika sosial dan ekonomi yang memengaruhi kehidupan manusia gerobak. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data, serta mengaplikasikan teori dramaturgi Erving Goffman dalam analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak manusia gerobak di Bandar Lampung memainkan peran dramatis, terutama manusia gerobak yang membawa anak-anak atau lansia malam hari. Strategi ini tidak hanya terbatas pada kegiatan memulung, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan penghasilan dengan menampilkan diri sebagai individu yang membutuhkan bantuan, didukung oleh aspek visual seperti pakaian, ekspresi wajah, dan keterlibatan anggota keluarga. Meskipun stigma sosial seringkali melekat pada manusia gerobak, sebagian manusia gerobak mengabaikannya demi mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi, sementara kebijakan sosial yang ada belum cukup menarik untuk mendorong manusia gerobak beralih ke profesi lain. Temuan utama menunjukkan bahwa banyak manusia gerobak mengandalkan belas kasihan sebagai sumber pendapatan utama yang dianggap lebih menguntungkan dibandingkan memulung.</p> Imam Nururi, Asep Yudianto (Author); Andi; Guntur (Author) Copyright (c) 2025 Imam Nururi, Asep Yudianto (Author); Andi; Guntur (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3504 Tue, 26 Aug 2025 00:00:00 +0700 Kontribusi Model Kewirausahaan Sosial dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi dan Jaringan Sosial Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Mojokerto https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3502 <p><strong>Abstrak:</strong></p> <p>Artikel ini mengkaji kontribusi intervensi berbasis kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi dan jaringan sosial bagi penerima program bantuan sosial transfer bersyarat Indonesia, Program Keluarga Harapan. Melalui studi kasus pada Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) di Kabupaten Mojokerto, digunakan metode kualitatif dengan data yang dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan tinjauan dokumentasi dari penerima manfaat, pendamping sosial, dan dinas pemerintah daerah. Temuan menunjukkan bahwa ProKUS berhasil mendorong peningkatan relatif pendapatan keluarga melalui berbagai kegiatan usaha mikro seperti produksi sepatu dan penjualan makanan keliling. Selain itu, interaksi dalam komunitas kewirausahaan ini memperkuat jaringan sosial di kalangan penerima manfaat, menciptakan solidaritas dan saling dukung yang merupakan faktor penting bagi keberhasilan usaha. Akan tetapi terdapat beberapa tantangan dalam implementasi ProKUS, di antaranya keterbatasan modal, kurangnya keterampilan kewirausahaan, dan kendala akses teknologi. Studi ini merekomendasikan peningkatan akselerasi model peningkatan pendapatan KPM PKH melalui model kewirausahaan dengan pelatihan usaha yang lebih relevan, akses modal yang berkelanjutan, dan kemudahan izin administrasi usaha. Dengan mengatasi tantangan ini dan memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas usaha lokal, ProKUS berpotensi menciptakan keluaran ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat PKH menuju keamanan finansial yang merupakan prasyarat vital bagi <em>upward mobility</em>.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: Kewirausahaan, kewirausahaan sosial, kemandirian ekonomi, jaringan sosial.</p> Muslim Sabarisman, Johan Arifin, Muhammad Belanawane Sulubere (Author) Copyright (c) 2024 muslim sabarisman, Johan Arifin, Muhammad Belanawane Sulubere (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3502 Fri, 20 Dec 2024 00:00:00 +0700 Analisis Pemanfaatan Bantuan Sosial untuk Pengurangan Kerentanan Ekonomi: Studi Kasus di Kalurahan Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3501 <p>Bantuan sosial merupakan instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan, terutama di daerah perdesaan yang rentan secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan bantuan sosial oleh keluarga penerima manfaat di Kalurahan Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Menggunakan metode mixed methods dengan Kalurahanin concurrent embedded, penelitian melibatkan 40 responden dan 10 informan. Mayoritas responden berusia produktif, berstatus menikah, bekerja sebagai ibu rumah tangga, berpendidikan SMA, menanggung 4 jiwa dan berpenghasilan rendah. Hasil menunjukkan, bahwa sebagian besar responden memanfaatkan bantuan sosial untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti pendidikan dan pangan, dan untuk menangani masalah finansial seperti hutang dan kebutuhan lainnya. Kontribusi bantuan sosial terhadap pendapatan keluarga berkisar antara 4 persen sampai dengan 58,9 persen dan terhadap pengeluaran 4,89 persen sampai dengan 47,18 persen. Bantuan sosial memainkan peran penting dalam mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar. Namun, 85 persen responden masih berada di bawah garis kemiskinan nasional. Meski membantu meringankan beban ekonomi, diperlukan peningkatan efektivitas program bantuan sosial melalui penargetan yang lebih tepat dan pemberdayaan ekonomi. Rekomendasi yang diajukan mencakup integrasi program bantuan sosial dengan literasi keuangan dan pemberdayaan untuk meningkatkan kemandirian penerima manfaat.</p> Istiana Hermawati, Asep Kusnali, Toton Witono, Adji Muhammad, Saryana Saryana (Author) Copyright (c) 2024 Dr. Istiana Hermawati, M.Sos, Asep, Toton, Suradji, Saryana Saryana (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3501 Fri, 20 Dec 2024 00:00:00 +0700 Eksplorasi Perilaku Cyberbullying di Kalangan Siswa SMP Di Bekasi Jawa Barat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3492 <p><strong>Abstrak</strong> : &nbsp;Studi ini akan memberikan wawasan penting dalam merancang strategi pencegahan yang efektif dan menekankan perlunya tindakan multisektoral untuk menciptakan lingkungan online yang lebih aman. Penelitian ini meliputi berbagai bentuk cyberbullying di kalangan siswa SMP, yaitu<em> flaming, harassment, denigration, impersonalization, outing and trickery, exclusion, dan cyberstalking</em>. Penelitian tersebut melaporkan penyelidikan terhadap 120 siswa untuk membantu mengeksplorasi dampak emosional dan psikologis akibat berbagai tindakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa terganggu dan khawatir karena aktivitas cyberbullying, dan sebagian besar menyadari dampak yang sangat merugikan. Temuan penelitian menekankan pada besarnya peran program pendidikan yang komprehensif, kebijakan dan dukungan dalam membatasi dan mencegah tindakan cyberbullying di lingkungan sekolah.</p> <p><strong>Kata Kunci: Cyberbullying, Pendidikan Digital, Dukungan Emosional</strong></p> Sakroni, Tuti Kartika (Author) Copyright (c) 2025 Sakroni, Tuti Kartika (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3492 Tue, 26 Aug 2025 00:00:00 +0700 Kondisi Sosio-Ekologis untuk Pengentasan Kemiskinan Nelayan Pesisir di Pulau Bengkalis https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3483 <p>Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, terutama di sektor kelautan. Namun, nelayan pesisir, termasuk di Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, masih hidup dalam kemiskinan. Kondisi ini disebabkan oleh faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya pengentasan kemiskinan melalui pendekatan sosio-ekologis di kalangan nelayan pesisir Pulau Bengkalis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara, serta data sekunder dari literatur dan sumber tepercaya lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar nelayan adalah lansia produktif dengan tingkat pendidikan rendah dan tanggungan keluarga sedang. Kondisi ini memperburuk kerentanan mereka terhadap kemiskinan. Selain itu, ada dampak sosio-ekologis yang signifikan seperti minimnya partisipasi pemuda dalam sektor perikanan, kurangnya kesadaran terhadap pelestarian lingkungan, dan praktik pengelolaan laut yang tidak berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program pengentasan kemiskinan harus disesuaikan dengan kondisi sosial dan ekologi masyarakat nelayan. Pemerintah daerah disarankan membuat program pelatihan, pengembangan kewirausahaan, dan membantu nelayan mengakses pasar yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan.</p> Willya Achmad, Rd Siti Sofro Sidiq (Author) Copyright (c) 2025 Willya Achmad (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3483 Tue, 26 Aug 2025 00:00:00 +0700 Masalah Psikososial Korban Perdagangan Orang : Studi Kualitatif Di Sukabumi dan Indramayu, Jawa Barat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3478 <p>Penelitian ini mendeskripsikan permasalahan psikososial yang dihadapi korban perdagangan orang di Sukabumi dan Indramayu, Jawa Barat, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Perdagangan orang merupakan kejahatan serius yang melibatkan eksploitasi manusia melalui berbagai bentuk pemaksaan dan penipuan, dan membutuhkan pemahaman mendalam tentang dampak psikologis dan sosial yang dialami oleh korban. Dengan mengumpulkan data dari wawancara mendalam terhadap empat informan yang pernah menjadi korban perdagangan orang, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak psikososial seperti trauma, kecemasan, stigma, dan kesulitan sosial, serta mengevaluasi upaya-upaya yang telah dilakukan untuk pemulihannya. Selain empat informan utama, penelitian ini juga menggunakan data tambahan dari sumber lain, seperti pengurus SBMI dan dokumen pendukung, yang memperkaya analisis dan memberikan konteks yang lebih luas terhadap temuan-temuan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para korban mengalami trauma berat, stigma sosial, dan kesulitan untuk beradaptasi kembali ke masyarakat. Upaya yang dilakukan meliputi layanan konseling, bantuan ekonomi, dan pelatihan keterampilan, namun masih membutuhkan dukungan lebih lanjut dan pendekatan yang komprehensif untuk pemulihan. Penelitian ini menunjukkan perlunya strategi integratif yang melibatkan dukungan psikologis, rehabilitasi sosial, dan perlindungan hukum untuk membantu para korban dan secara efektif mengatasi perdagangan orang.</p> Meiti Subardhini, Moch.Zaenal Hakim, Silvia Fatmah Nurusshobah (Author) Copyright (c) 2025 Meiti Subardhini, Moch.Zaenal Hakim, Silvia Fatmah Nurusshobah (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3478 Wed, 30 Apr 2025 00:00:00 +0700 Keterlibatan Inklusif Pemangku Kepentingan untuk Mendukung Collaborative Governance dalam Pemulihan Sosial-Ekonomi Penyintas Erupsi Gunung Sinabung https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3475 <p>Pasca penanganan darurat erupsi Gunung Sinabung, banyak pemangku kepentingan yang secara aktif terlibat dalam pemulihan sosial-ekonomi untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat yang melampaui pembangunan fisik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan keterlibatan inklusif pemangku kepentingan untuk mendukung collaborative governance dalam pemulihan sosial ekonomi penyintas erupsi Gunung Sinabung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 11 informan yang berasal dari unsur pemerintah maupun non pemerintah, yaitu mereka yang terlibat secara langsung atau memiliki otoritas dalam pemulihan pascabencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi dalam pemulihan sosial-ekonomi didukung oleh berbagai pemangku kepentingan yang berasal dari pemerintah lintas tingkat (desa, kabupaten, provinsi, pusat), masyarakat dan organisasi masyarakat, organisasi non-pemerintah, akademisi, dan lembaga internasional PBB. Setiap pemangku kepentingan saling melengkapi satu sama lain, menyesuaikan peran, kapasitas dan sumber daya yang dimiliki untuk dapat membangun dengan lebih baik. Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian atau lembaga berperan mempercepat proses pemulihan, terutama pada tahap I. Namun, pemerintah daerah tetap berperan sebagai koordinator seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di pemulihan, baik pemerintah maupun non-pemerintah. Organisasi masyarakat berbasis gereja memiliki peran strategis di tingkat lokal, menjembatani komunikasi para penyintas yang kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Pihak-pihak di luar pemerintahan seperti ONP, akademisi, dan badan-badan PBB banyak berperan pasca rekonstruksi dengan mengadakan program-program pemberdayaan masyarakat untuk membantu membangun penghidupan berkelanjutan.</p> Dika Yudhistiira Rizqy, Triyanti Anugrahini (Author) Copyright (c) 2024 Dika Yudhistiira Rizqy (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3475 Mon, 18 Nov 2024 00:00:00 +0700 Model Bisnis Sosial Program CSR Pengklik Flory oleh BUMN TWC di Dusun Pengklik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3471 <p>Masih banyak pelaksanaan program CSR yang hanya terfokus pada pengumpulan donasi berupa uang dan barang daripada program yang terfokus pada pemberdayaan, terlebih lagi yang menerapkan konsep bisnis sosial sebagai sebuah konsep yang menggunakan pendekatan keberlanjutan dengan tujuan menciptakan kemandirian dari komunitas sasaran. Fenomena donasi dalam program CSR di Indonesia kerap memicu moral hazard, mengaburkan tujuan utama CSR sebagai upaya pemberdayaan berkelanjutan. Karenanya perlu banyak kajian pemberdayaan yang menggunakan pendekatan keberlanjutan seperti bisnis sosial atau kewirausahaan sosial, maka fokus artikel penelitian pada kajian penerapan model bisnis sosial di program CSR Pengklik <em>Flory</em>. Agar dapat menyajikan gambaran mendalam, metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan prespektif analisis deskriptif. Kajian ini memperoleh gambaran model bisnis sosial bersinggungan, dimana <em>output</em> pemberdayaan ekonominya menjadikan kelompok usaha Pengklik <em>Flory</em> sebagai <em>supplier</em> tanaman hias dan keras bagi Badan Usaha Milik Negera Taman Wisata Candi (BUMN TWC) sebagai perseroan pengelola taman di Kawasan Candi Borobudur, Prambanan, dan Boko. Rumusan model bisnis sosial diperoleh dari hasil pengawasan evaluasi tahapan penyadaran, pengkapasitasan, dan pendayaan dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi beserta melihat karakter lokalitas komunitas sasaran</p> Aryan Torrido (Author) Copyright (c) 2025 aryan torrido (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3471 Tue, 26 Aug 2025 00:00:00 +0700 Strategi Media Sosial (start-up) Silang.ig dalam Menciptakan Akses Daring Ramah Disabilitas Bagi Teman Tuli https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3449 <p>Penelitian ini memiliki tujuan guna mengkaji serta mengenali strategi media sosial yang digunakan oleh silang.ig dalam mewujudkan akses daring yang lebih inklusif bagi komunitas teman tuli di wilayah DKI Jakarta. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan peneliti, dengan menggunakan wawancara mendalam, pengamatan, dan studi dokumen sebagai metode pengumpulan data. Adapun informan pada peneltian ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari manajemen <em>silang.ig</em> sebanyak tiga orang, dan teman tuli yang mengakses layanan sebanyak lima orang. Teknik analisis data model Miles dan Huberman digunakan dalam meganalisis data yang didapatkan. Hasil riset ini mengungkapkan bahwa strategi yang diterapkan oleh silang.ig, seperti penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan konten yang disesuaikan dengan kebutuhan teman tuli, efektif dalam meningkatkan aksesibilitas informasi. Teman tuli merespon positif terhadap konten yang disediakan, dan merasa lebih mudah dalam mengakses informasi yang relevan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang pekerjaan sosial, khususnya dalam penerapan konsep-konsep aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Temuan ini dapat dijadikan acuan oleh berbagai kalangan dalam upaya pemecahan masalah aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas di Indonesia.</p> Irniyati Samosir, Achmad Hufad, Jajat Sudrajat, Uyu Wahyudin, Sardin, Mustofa Kamil (Author) Copyright (c) 2025 Irniyati Samosir, Achmad Hufad, Jajat Sudrajat, Uyu Wahyudin, Sardin, Mustofa Kamil (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3449 Tue, 26 Aug 2025 00:00:00 +0700 Transformasi Ekonomi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan: Kewirausahaan dalam Pembuatan Cilok dan Kripik di Kelurahan Dago Kota Bandung https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3443 <p><strong>: </strong>Permasalahan yang dihadapi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) adalah rendahnya kemandirian ekonomi akibat ketergantungan pada bantuan sosial dan keterbatasan akses terhadap keterampilan kewirausahaan. Kondisi ini membuat KPM sulit melakukan transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Transformasi ekonomi tersebut berupa peningkatan kemampuan keluarga dalam mengelola usaha. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengevaluasi efektivitas program pelatihan kewirausahaan yang dilakukan instalasi kewirausahaan Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, khususnya pembuatan cilok dan keripik dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan, keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi KPM PKH di Kelurahan Dago, Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen terhadap 20 Informan yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan mereka dalam program. Analisis data dilakukan dengan teknik tematik untuk mengidentifikasi pola, faktor pendukung, dan hambatan yang muncul selama pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan mampu meningkatkan pengetahuan KPM terkait teknik produksi, pengemasan, dan strategi pemasaran. Kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik, higienis, dan memiliki daya saing di pasar lokal. Selain itu, pendapatan keluarga mengalami peningkatan yang signifikan, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan modal, akses pasar yang sempit, serta kesulitan manajemen waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kewirausahaan dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong transformasi ekonomi KPM PKH. Implikasi hasil penelitian memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan pemberdayaan ekonomi yang lebih terukur, integratif, dan berkelanjutan untuk mendukung kemandirian keluarga miskin penerima manfaat.</p> Rosi Rosilawati, Uyu Wahyudin, Mustofa Kamil, Oong Komar, Yanti Shantini (Author) Copyright (c) 2025 Rosi Rosilawati (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3443 Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0700 Collaborative Governance dalam Pelaksanaan Kebijakan Penyelenggaraan Kesehatan Jiwa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3417 <p>Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan collaborative governance dalam kebijakan kesehatan jiwa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diharapkan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan kesehatan jiwa melalui kerja sama antar-stakeholder. Meskipun demikian, temuan awal menunjukkan bahwa kebijakan tersebut belum efektif di DIY. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses collaborative governance dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dengan pendekatan post-positivistik dan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses kolaborasi berjalan baik dengan dialog tatap muka yang terstruktur dan upaya membangun kepercayaan melalui kegiatan kolaboratif. Namun, tantangan muncul akibat kurangnya komitmen dan pemahaman bersama antar-aktor, serta belum adanya kerangka kerja implementatif. Kepemimpinan mampu menjalankan perannya dengan baik yang memfasilitasi inisiasi kerangka itu dalam bentuk penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) dan panduan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM). Kesimpulannya, proses kolaborasi masih memiliki sejumlah tantangan dan memerlukan aturan dasar lebih baik agar kolaborasi lebih implementatif. Disarankan agar seluruh stakeholder di Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) terlibat dalam penyusunan RAD dan penerapan panduan TPKJM serta meningkatkan kapasitas dan koordinasi antar-stakeholder untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas kebijakan penyelenggaraan kesehatan jiwa di DIY.</p> Alan Sulistyo, Amy Yayuk Sri Rahayu (Author) Copyright (c) 2024 Alan Sulistyo, Amy Yayuk Sri Rahayu (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3417 Mon, 18 Nov 2024 00:00:00 +0700 Program Bantuan Permakanan bagi Penyandang Disabilitas di Kota Jakarta https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3411 <p>Penyandang disabilitas merupakan kelompok rentan yang menghadapi tantangan signifikan dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Sebagai respons, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan Program Bantuan Permakanan bagi penyandang disabilitas yang bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi setiap hari secara berkelanjutan. Pelaksanaan program ini melibatkan mitra Kementerian Sosial dengan melibatkan masyarakat untuk membentuk kelompok masyarakat (pokmas) sebagai pelaksana dari program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Bantuan Permakanan bagi Penyandang Disabilitas di Kota Jakarta menggunakan pendekatan analisis enam elemen kebijakan dari Chambers. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi (data sekunder dan laporan program) dan wawancara mendalam dengan pelaksana program, termasuk perencana Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (RSPD), pekerja sosial, dan Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Program Permakanan bagi penyandnag disabilitas pada dasarnya telah mencapai tujuan yang ditetapkan. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam elemen aturan kelayakan, administrasi, dan pendanaan/keuangan. Selain itu, terdapat kritik bahwa program permakanan belum optimal mempertimbangkan kebutuhan gizi spesifik untuk setiap kategori jenis disabilitas.</p> Donny Marsal Putra, Nurliana Cipta Apsari Apsari, Rudi Saprudin Darwis (Author) Copyright (c) 2025 Donny Marsal Putra, Nurliana Cipta Apsari Apsari, Rudi Saprudin Darwis (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3411 Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0700 Transformasi Layanan Rehabilitasi Sosial: Studi Kasus Kewirausahaan ATENSI Sentra Wyata Guna di Bandung https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3416 <p>Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) merupakan transfornasi layanan rehabilitasi sosial dengan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan residensial. ATENSI memberikan bantuan berupa dukungan pemenuhan hidup layak, perawatan sosial, pengasuhan anak, dan dukungan keluarga. Salah satu transformasi layanan rehabilitasi sosial adalah kewirausahaan ATENSI agar pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial dapat mandiri, berdaya, dan sejahtera. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang mengkaji tentang kebjakan, implementasi, dan manfaat kewirausahaan ATENSI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung oleh data kuantitatif. Sentra Wyata Guna Bandung menjadi lokasi penelitian dengan informan pelaksana dan penerima manfaat kewirausahaan ATENSI. Hasil penelitian menunjukan bahwa program ATENSI mentransformasi layanan rehabilitasi sosial, lembaga kesejahteraan sosial yang dimiliki. Kementerian Sosial tidak hanya melayani 1 (satu) jenis pemerlu pelayanan kesajahteraan sosial pelayanan berbasis residensial dengan jumlah penerima manfaat terbatas. Implikasinya Sentra Wyata Guna Bandung, yaitu tidak hanya melayani penyandang disabilitas netra tetapi juga menerima klaster lain dan melaksanakan program kewirausahaan ATENSI. Kewirausahaan ATENSI bermanfaat bagi penerima manfaat dengan indikator masih berlanjutnya kegiatan wirausaha dan meningkatnya pendapatan penerima manfaat bahkan sebanyak 7,64 persen penghasilan meningkat di atas Upah Minimum Kabupaten. Penelitian ini merekomendasikan pada proses assesmen dilakukan secara memadai, tidak hanya bersifat pelatihan kewirausahaan akan tetapi juga mempertimbangkan keberlajutan usaha.</p> Ahmad Juhari, Habibullah (Author) Copyright (c) 2025 Ahmad Juhari, Habibullah (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3416 Wed, 30 Apr 2025 00:00:00 +0700 Dinamika Dukungan Sosial Relawan Layanan Berbasis Komunitas (LBK): Kajian Proses dan Manfaat bagi Penyintas Kekerasan dalam Rumah Tangga https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3404 <p><strong>: </strong>Kekerasan dalam rumah tangga merupakan masalah global dengan prevalensi cukup tinggi di berbagai belahan dunia. Penanganan dan pemulihan kondisi fisik, psikis, dan psikososial korban KDRT membutuhkan dukungan sosial. Studi mengenai dukungan sosial mengungkapkan pentingnya dukungan bagi korban. Dukungan bisa didapatkan dari sumber informal maupun formal, termasuk yang diberikan oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses dukungan sosial pada penyintas KDRT yang mendapat dukungan dari relawan Layanan Berbasis Komunitas (LBK) Perempuan Singkong Jaya Sukowilangun (LBK PSJS) Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan manfaatnya bagi penyintas. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data didapatkan dengan wawancara mendalam semi terstruktur terhadap 2 penyintas KDRT dan 2 relawan LBK. Data dianalisis dengan teknik analisis <em>framework</em>. Pemantapan kredibilitas data penelitian dilakukan dengan teknik <em>participant checking</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencarian dukungan dalam proses dukungan sosial didorong kesadaran akan kebutuhan dan kepercayaan pada relawan LBK. Penyintas menerima berbagai bentuk dukungan melalui <em>direct</em> maupun <em>indirect support-seeking</em>. Pengaruh dukungan sosial tampak pada perilaku koping penyintas, interpretasi terhadap situasi yang mengancam, dan penilaian positif terhadap diri sendiri dan orang lain.</p> Zahrah Humaidah Emqi, Endang Retno Surjaningrum, Achmad Chusairi (Author) Copyright (c) 2025 Zahrah Humaidah Emqi, Endang Retno Surjaningrum, Achmad Chusairi (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3404 Fri, 12 Dec 2025 00:00:00 +0700 Peran Identitas Sosial dalam Memoderasi Hubungan Antara Kepribadian Dark Triad dan Ujaran Kebencian di Media Sosial: Implikasi bagi Pembangunan Kesejahteraan Sosial https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3398 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran identitas sosial dalam memoderasi hubungan antara kepribadian Dark Triad (psikopati, narsisme, dan Machiavellianisme) dengan ujaran kebencian di media sosial. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi ini melibatkan 250 dosen dari sebuah universitas swasta di Jakarta. Data dianalisis dengan regresi berganda dan uji Sobel menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Dark Triad secara signifikan memengaruhi kecenderungan untuk terlibat dalam ujaran kebencian di media sosial. Selain itu, identitas sosial berperan sebagai variabel moderator yang signifikan, menunjukkan bahwa individu dengan identitas sosial yang kuat lebih mungkin menunjukkan ujaran kebencian ketika memiliki sifat-sifat kepribadian Dark Triad. Temuan ini menekankan pentingnya memahami interaksi antara faktor psikologis dan sosial dalam menanggulangi ujaran kebencian di media sosial. Implikasi dari penelitian ini mencakup rekomendasi untuk intervensi yang menargetkan pengurangan sifat-sifat kepribadian Dark Triad dan memperkuat identitas sosial yang positif sebagai strategi untuk mengurangi ujaran kebencian. Dengan demikian, pendekatan yang komprehensif yang melibatkan pemahaman mendalam tentang dinamika psikologis dan sosial diperlukan untuk mengurangi dampak negatif dari ujaran kebencian di lingkungan digital yang dapat berimplikasi dalam pembangunan kesejahteraan sosial</p> Kus Hanna Rahmi (Author) Copyright (c) 2024 Kus Hanna Rahmi (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3398 Mon, 18 Nov 2024 00:00:00 +0700 Praktik Anti-Opresi pada Lembaga Pelayanan bagi Penyandang Disabilitas https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3397 <p>Ketidakadilan sosial yang dialami populasi disabilitas di berbagai rentang umur diperparah dengan kurangnya pelayanan lintas umur dan lintas jenis disabilitas yang disediakan baik itu oleh pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Lembaga penyedia layanan bagi populasi disabilitas mayoritas masih bersifat karitas dan masih belum berubah dari model tradisional ke model sosial. Model sosial memandang fenomena disabilitas sebagai suatu kondisi yang dipengaruhi oleh struktur fisik lingkungan, perilaku sosial serta nilai budaya yang berkembang mengenai populasi disabilitas. Tujuan penulisan adalah untuk menggambarkan pelayanan yang ada bagi penyandang disabilitas kemudian dianalisa dari sudut pandang praktik anti-oppressive. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik, dengan pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dan studi literatur, diperoleh 9 lembaga penyedia layanan bagi populasi disabilitas dan semua memberikan pelayanan yang bersifat rehabilitative. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisa dengan menggunakan sudut pandang teori anti-oppressive. Hasil penelitian menemukan layanan bagi populasi disabilitas masih menggunakan pendekatan model medis dan orang disabilitas menjadi obyek dari layanan. Layanan yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap populasi disabilitas, perlu terus digalakkan sehingga tidak ada lagi cara pandang diskriminatif dan perlakuan oppressive yang diberikan kepada populasi disabilitas.</p> Nurliana Cipta, Hadiyanto Rachim (Author) Copyright (c) 2024 nurliana cipta, Hadiyanto Rachim (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3397 Mon, 23 Dec 2024 00:00:00 +0700 Prinsip Social Virtue dalam Pengembangan Potensi Diri Anak Penyandang Disabilitas Intelektual di SLB Fitria Kota Bogor https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3396 <p>Pengembangan potensi diri anak penyandang disabilitas menjadi perhatian penting di tengah masih lemahnya pemenuhan dan perlindungan hak-hak mereka. Penelitian ini menelaah prinsip berbasis nilai (social virtue) sebagai landasan guru (pandamping) dalam mengembangkan keterampilan seni siswa-siswi disabilitas intelektual (klien) di sekolah luar biasa (SLB). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan data sekunder yang relevan. Informan sebanyak empat orang pendamping dan dua orangtua klien sebagai triangulasi yang ditetapkan berdasarkan prinsip purposive sampling. Materi wawancara diturunkan dari tiga konsep operasional: interpersonal skill, peran dan efektifitas komunikasi. Data dikategorikan, diseleksi, diurutkan, dan dikodekan sesuai dengan formulasi konsep dalam menjawab pertanyaan penelitian. Hasilnya, “social virtue” ditemukan di hampir semua proses intervensi baik pada area pengetahuan, sikap, maupun perilaku. Kesimpulannya, prinsip “social virtue” menjadi basis, katalis dan motivator pendamping dalam pengembangan keterampilan seni klien.</p> Koesworo Setiawan (Author); Rasyid Copyright (c) 2024 Koesworo Setiawan (Author); Rasyid https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3396 Mon, 18 Nov 2024 00:00:00 +0700 Kontribusi Pelatihan Pendamping Sosial PKH di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Bandung untuk Pencegahan dan Penanganan Stunting https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3394 <p>Pelatihan bagi Pendamping sosial PKH diharapkan bermanfaat untuk pencegahan dan penanganan stunting, hal tersebut disebabkan pendamping sosial PKH melakukan pendampingan secara langsung ke KPM PKH dengan melakukan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga. Untuk mengetahui manfaat pelatihan pencegahan dan penanganan stunting. Untuk mengetahui kontribusi pelatihan pencegahan dan penanganan stunting bagi pendamping sosial PKH maka dilakukan penelitian evaluasi dengan melakukan melakukan analisis implementasi praktik peran-peran sebagai edukator, fasilitator, penyuluh sosial, advokat sosial dan mobilisator yang dilakukan peserta setelah mengikuti pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survey terhadap peserta pelatihan yang dilakukan oleh Balai Besar Pelatihan dan Pendidikan Kesejahteran Sosial Bandung tahun 2021. Hasil menunjukkan bahwa 61 persen peserta mampu memerankan peranannya dalam pencegahan dan penanganan stunting. Namun, perlu ada bimbigan lebih lanjut kepada peserta dalam mengimplementasikan perannya sebagai fasilitator, advokat sosial dan mobilisator, terutama terkait dengan bekerja dengan pihak-pihak terkait dalam pencegahan dan penanganan stunting. Oleh karena itu, disarankan untuk memperkuat dukungan berkelanjutan untuk penerapan materi pelatihan. Dukungan tersebut berasal dari Kementerian Sosial, Pemerintah Daerah, Masyarakat dan Organisasi Sosial. Pemantauan kinerja pendamping sosial PKH guna memastikan bahwa pembelajaran dari pelatihan diimplementasikan secara efektif dalam praktik sehari-hari, pemberian sarana dan prasaran untuk menunjang penerapan materi pelatihan dan penyesuaian materi pelatihan dengan kondisi yang dialami oleh KPM PKH.</p> Agus Wahyudi, Ety Rahayu (Author) Copyright (c) 2024 Agus Wahyudi, Ety Rahayu (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3394 Mon, 27 May 2024 00:00:00 +0700 Pemangku Kepentingan Mengatasi Permasalahan Anak Berhadapan Dengan Hukum Melalui Diversi https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3390 <p>Permasalahan anak yang berhadapan dengan hukum melalui diversi tidak bisa dilaksanakan oleh salah satu pihak saja, sehingga harus melibatkan berbagai pihak yang terkait. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa para pemangku kepentingan yang terlibat dalam diversi untuk menyelesaian; permasalahan anak yang berhadapan dengan hukum. Beberapa instansi yang terlibat dalam penyelesaian permasalahan anak yang berhadapan dengan hukum antara lain Kementerian Sisial, Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan Pekerja Sosial dan Pembimbing Kemasyarakatan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan diversi. Sedang data sekunder berasal dari undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan Menteri Hukum dan HAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Peradilan Pidana Anak adalah keseluruhan proses penyelesaian perkara Anak yang berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana. Dalam sistem ini diversi melibatkan peranan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Pekerja Sosial, Pembimbing Kemasyarakatan, Polisi, Jaksa, dan Hakim dalam proses penyelidikan-persidangan hingga putusan. Keberhasilan diversi dalam berbagai tingkatan ditentukan oleh bagaimana pemangku kepentingan tersebut meyakinkan keluarga dan pelaku tentang posisi anak. Inilah yang menjadi kebaruan bahwa peran pemangku kepentingan dalam memberikan kesadaran kepada keluarga pelaku dan korban dengan berbagai peran yang menjadi tanggungjawabnya.</p> Adhani Wardianti, Achmad Hufad, Uyu Wahyudin , Ace Suryadi, Rinikso Kartono (Author) Copyright (c) 2024 Adhani Wardianti, Achmad Hufad, Uyu Wahyudin , Ace Suryadi, Rinikso Kartono (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3390 Mon, 27 May 2024 00:00:00 +0700 Utopia Bantuan Pangan Non Tunai dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3389 <p>Salah satu upaya pemerintah mengatasi kemiskinan melalui program pemberian bantuan sosial. Pemerintah telah berulang kali menyalurkan program bantuan sosial dengan penamaan yang sering berganti. Program Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT)yang berkembang menjadi Program Bantuan Sembak yakni bantuan peningkatan gizi keluarga dengan memenuhi 4 unsur yakni karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Tahun 2022, Kementrian Sosial mengubah penyaluran BPNT tidak lagi diberikan in natura bahan pangan yang disediakan oleh e-warong, tetapi diberikan secara tunai. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian implementasi dan dampak perubahan kebijakan penyaluran dari program BPNT non tunai ke bantuan tunai pada masyarakat khususnya bagi e-warong dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Metode penelitian menggunakan deskriptif mendalam. Teknik perolehan data dilakukan dengan wawancara, FGD, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan memilih informan sesuai kapasitas dan perannya dalam penyaluran BPNT. Hasil penelitian menunujukkan dengan beralihnya kebijakan bantuan non tunai ke bantuan tunai dilakukan tanpa adanya evaluasi dan monitoring yang berdampak pada: 1)Ketidaktepatan pemanfaatan bantuan bagi penerima manfaat; 2) Pencapaian bantuan tidak efektif dan 3) Pemberdayaan masyarakat melalui E- Warong terhenti atau tidak berkelanjutan. Perubahan kebijakan penyaluran BPNT dilakukan tanpa adanya evaluasi dan monitoring yang terukur mengakibatkan kebijakan BPNT tidak memilih arah dan tujuan yang jelas.</p> Fadjarini Sulistyowati, Hari Saptaning Tyas , Widati Widati, Condrodewi Puspitasari (Author) Copyright (c) 2024 Fadjarini Sulistyowati, Hari Saptaning Tyas , Widati widati, Condrodewi Puspitasari (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3389 Mon, 18 Nov 2024 00:00:00 +0700 Kesejahteran Psikososial Lanjut Usia Dan Penyedia Pelayanan Fasilitas Longterm Care (LTC) Masa Pandemi Covid-19 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3385 <p>Pandemi COVID-19 berdampak pada penduduk termasuk lanjut usia dan penyedia layanan di fasilitas LTC (Perawatan Jangka Panjang atau PJP) atau panti sosial. Salah satu dampaknya terhadap kondisi psikososial lanjut usia dan penyedia layanan. Penelitian ini untuk mengetahui kondisi psikososial lanjut usia dan penyedia layanan di fasilitas LTC saat pandemi COVID-19. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengumpulan data secara kuantitatif dan kualitatif. Kuantitatif menggunakan kuesioner terstruktur dalam bentuk Google Form, dan kualitatif melalui wawancara mendalam, dilakukan pada masa pandemi COVID-19 tahun 2021. Kuesioner diberikan pada panti pemerintah pusat, provinsi, kabupaten atau kota, dan masyarakat sesuai hasil verifikasi dari Kementerian Sosial. Pemilihan fasilitas LTC didasarkan atas kepemilikan akreditasi, pelayanan dalam fasilitas LTC, dan keterwakilan wilayah barat, tengah, dan timur. Sebanyak 102 fasilitas LTC mengisi sesuai dengan ketentuan dalam pedoman kuesioner. Penerapan pembatasan sosial berdampak pada gangguan psikososial lanjut usia dan penyedia layanan di fasilitas LTC. Gangguan spikologis paling banyak dialami penyedia layanan fasilitas LTC adalah stress (52persen), dan untuk lanjut usia perasaan sedih (47persen). Perasaan kesepian ini timbul, karena adanya batasan sosial, sehingga berbagai kegiatan yang biasa dilakukan di fasilitas LTC juga dihentikan. Kunjungan dari keluarga juga dibatasi atau dilarang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu bimbingan konseling, interaksi sosial antara penyedia layanan dan sesama lanjut usia di fasilitas LTC.</p> Lilis Heri Mis Cicih (Author) Copyright (c) 2024 Lilis Heri Mis Cicih (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3385 Mon, 18 Nov 2024 00:00:00 +0700 Inovasi Digital Pelayanan Publik bagi Penyandang Disabilitas di Kota Pekanbaru https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3379 <p>Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mendapatkan pelayanan sipil dari negara. Keterbatasan yang mereka miliki merupakan kendala dalam mengurus Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, dan berbagai identitas penduduk lainnya yang harus datang secara mandiri ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam melengkapi persyaratan serta perekaman identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi pelayanan yang diberikan oleh pemerintah Kota Pekanbaru melalui penggunaan aplikasi Sipintar (Sistem Pelayanan Melengkapi Identitas Orang Terlantar) serta untuk mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan inovasi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan analisa dokumentasi. Data yang diperoleh diolah menggunakan Nvivo 12 plus untuk menggambarkan secara visual mengenai temuan di lapangan. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah pelaksana program Sipintar serta dua orang pengguna aplikasi yang telah memperoleh layanan. Penelitian ini menggunakan teori kerangka kerja inovasi pelayanan berbasis digital yang menjelaskan bahwa dalam menjalankan inovasi pelayananan digital terdapat tujuh indikator yakni transparan, partisipatif, antisipatif, personal, kreasi bersama, sadar konteks, dan cerdas konteks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan digital melalui aplikasi Sipintar belum sepenuhnya terlaksana. Berdasarkan hasil analisis kerangka kerja tersebut, didapatkan hasil bahwa hanya ada 3 indikator yang sesuai dengan kerangka kerja yakni, antisipatif, personal dan kreasi bersama. Kerangka kerja yang dipedomani dalam pengembangan inovasi pelayanan ini menunjukkan penggunaan kerangka kerja mampu memberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat rentan.</p> Monalisa, Sylvina Rusadi, Satrio Abdillah (Author) Copyright (c) 2025 sylvina rusadi (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3379 Fri, 19 Dec 2025 00:00:00 +0700 Pengasuhan Alternatif dalam Masyarakat Tradisional: Studi Kesejahteraan Anak di Dusun Gunung Loncek, Kalimantan Barat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3378 <p>Pengasuhan anak merupakan faktor penting untuk mendukung perkembangan dan kesejahteraan anak. Meskipun telah banyak penelitian yang dilakukan, pemahaman mengenai sistem pengasuhan anak di masyarakat adat, terutama yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sistem pengasuhan alternatif pada masyarakat Dayak Kanayatn di Dusun Gunung Loncek dan mengidentifikasi faktor protektif dan risiko yang ada. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, hasil penelitian menunjukkan dua bentuk utama pengasuhan alternatif, yaitu pengasuhan oleh kerabat berdasarkan hubungan darah (pengasuhan kekerabatan) dan melalui prosesi adat pangarusant (pengasuhan angkat anak). Kedua bentuk pengasuhan ini memiliki akar budaya yang kuat dan dirancang untuk memastikan kesejahteraan anak secara holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pengasuhan alternatif di masyarakat Dayak Kanayatn memiliki faktor perlindungan yang mendukung perkembangan anak sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Temuan ini memiliki implikasi bagi pengembangan Pekerjaan Sosial Berbasis Budaya, yang menunjukkan bahwa integrasi praktik pengasuhan anak secara tradisional dapat memperkaya strategi pekerjaan sosial yang lebih peka terhadap budaya. Penelitian ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konteks budaya dalam pengembangan kebijakan dan praktik pengasuhan anak di masyarakat adat.</p> Indah Listyaningrum (Author) Copyright (c) 2024 Indah Listyaningrum (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3378 Fri, 20 Dec 2024 00:00:00 +0700 Proses Praktik Prostitusi Mahasiswa “Ayam Kampus” di Kota Malang https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3372 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsian tentang fenomena praktik prostitusi Ayam Kampus pada mahasiswa di Kota Malang. Ayam Kampus merupakan istilah yang diberikan kepada mahasiswi yang terjun ke dalam dunia praktik prostitusi. Fokus penelitian diarahkan untuk menjawab dua pertanyaan pokok penelitian, yakni: bagaimana proses dan factor-faktor yang mendorong mahasiswa dalam melakukan praktik prostitusi Ayam Kampus di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan snowball dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisa data menggunakan tahap analisis data kualitatif Miles dan Huberman, yang meliputi tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta verfikasi dan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik perpanjangan waktu keterlibatan penelitian dan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses praktik prostitusi mahasiswa Ayam Kampus di Kota Malang dilakukan melalui tiga fase, yakni fase kontak awal, fase transaksi, dan fase akhir penyelesaian. Sedangkan factor-faktor yang menyebabkan mahasiswa terlibat dalam praktik porstitusi Ayam Kampus adalah karena factor relasi pertemanan, gaya hidup, dan factor kondisi ekonomi keluarga.</p> Fitara Grasella, Oman Sukmana, Eko Rizki Purwo Widodo (Author) Copyright (c) 2023 Fitara Grasella, Oman Sukmana, Eko Rizki Purwo Widodo (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3372 Thu, 08 Feb 2024 00:00:00 +0700 Pengaruh Kedekatan Orangtua dan Masyarakat terhadap Persepsi Seks Bebas dan Narkoba Pada Remaja https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3371 <p>Masa remaja adalah peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Di era digital ini, rasa ingin akan terus meningkat dan menimbulkan remaja dapat berkomunikasi dengan lawan jenis tanpa batas. Jika tidak adanya filter dan pengawasan, remaja dapat terjerumus ke dalam konten dewasa yang berdampak negatif bagi mereka seperti seks bebas dan narkoba. Hubungan positif ataupun negatif orang tua dan remaja akan menciptakan persepsi yang berpengaruh bagi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kedekatan orang tua dan masyarakat terhadap persepsi seks bebas dan narkoba pada remaja. Sumber data dalam penelitian adalah data primer dengan instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner online. Populasi dari penelitian ini adalah remaja yang berada di Pulau Jawa yakni seluruh lulusan baru Sekolah Menengah Sederajat (SMA) dan mahasiswa. Teknik analisis data dilakukan dengan metode CB-SEM (Covariance Based Structural Equation Modeling) dengan software AMOS. Dan didapatkan hasil penelitian variabel laten eksogen Tempat Tinggal berpengaruh signifikan terhadap persepsi Seks Bebas dan Narkoba pada Remaja.</p> Alfisyahrina Hapsery, Artanti Indrasetianingsih, Risca Agustin, Natasha Bunga , Salsa Rifqah Nuraini , Ellya Susilowati (Author) Copyright (c) 2023 Alfisyahrina Hapsery, Artanti Indrasetianingsih, Risca Agustin, Natasha Bunga , Salsa Rifqah Nuraini , Ellya Susilowati (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3371 Thu, 08 Feb 2024 00:00:00 +0700 Pelayanan Sosial bagi Lanjut Usia dalam Perspektif Suku Rejang https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3369 <p>Orang lanjut usia (lansia) secara umum memiliki berbagai permasalahan dan kerentanan, baik aspek kesehatan, mental psikologis, aspek sosial dan aspek ekonomi. Situasi lansia tersebut membutuhkan model pelayanan sosial yang tepat sesuai dengan karakteristik masing-masing lansia, baik suku, agama, adat budaya dan kebiasaan masing-masing lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pelayanan sosial yang tepat bagi lansia, khususnya Suku Rejang di Provinsi Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus dengan tokoh Adat Masyarakat Rejang di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, Bengkulu Tengah dan Kabupaten Bengkulu Utara. Selain itu juga dilakukan studi dokumentasi untuk mengkaji pelayanan sosial bagi lansia. Hasil pendataan diolah dan dianalisa secara kualitatif sehingga mendapatkan gambaran yang jelas tentang pelayanan sosial bagi lansia dalam perpektif Suku Rejang. Hasil penelitian menunjukkan ada ditemukan nilai-nilai kearifan lokal Suku Rejang tentang bagaimana masyarakat memberikan pelayanan sosial bagi orang lansia. Pelayanan sosial bagi lansia yang dilaksanakan oleh masyarakat Rejang terbagi dua menjadi pelayanan yang dilakukan keluarga dan pelayanan yang dilakukan oleh komunitas atau kelompok dalam wujud lembaga adat. Dalam lingkup keluarga, pelayanan terhadap lansia dilakukan dalam bentuk memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan; makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sementara pelayanan lansia yang dilakukan oleh lembaga adat, dilakukan dalam bentuk aturan yang memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan lansia oleh keluarga, dan manakala keluarga tidak memenuhi, maka akan mendapatkan sanksi dari lembaga adat. Berdasarkan hasil penelitian ini, kami merekomendasikan beberapa hal untuk ditindaklanjuti: a) Pentingnya pemeritah daerah, terutama dinas yang menangani lansia, untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kembali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Rejang dalam memberikan pelanyanan sosial lansia, baik dipergunakan dalam pelayanan di luar institusi maupun pelayanan di dalam institusi. b) Pentingnya lembaga adat dan tokoh masyarakat Rejang untuk menghidupkan dan mengembangkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Suku Rejang sebagai acuan kehidupan bermasyarakat dalam merawat lansia dan memberikan pelayanan sosial bagi lansia</p> Yessilia Osira, Dhanurseto Hadiprashada (Author) Copyright (c) 2025 Yessilia Osira, Dhanurseto Hadiprashada (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3369 Wed, 30 Apr 2025 00:00:00 +0700 Pelayanan Sosial Lanjut Usia Masa Krisis di Kabupaten Lumajang https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3367 <p>Tahun 2021 terjadi perubahan kebijakan sosial dikenalkan Asistensi Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (ASISTENSILU) dengan penambahan jangkauan pelayanan yang dilakukan lembaga yang dibentuk Kementerian Sosial. Penelitian layanan sosial terhadap lanjut usia di masa krisis belum pernah dilakukan, sehingga permasalahannya bagaimana peran lembaga pemerintah dan masyarakat dalam melakukan pelayanan sosial pada masa krisis. Tujuannya untuk menemukenali data dan keterangan pelayanan sosial yang dilakukan lembaga pemerintah dan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap pemangku kebijakan dan pelaksana kegiatan, serta pengamatan di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan. Pertama, Griya Lanjut Usia Gerbang Mas tidak terkait langsung dengan bencana alam letusan Gunung Semeru. Pelayanan langsung dilakukan terhadap seluruh lanjut usia penghuni panti sosial dan pelaksana. Terutama dalam mencegah penyebaran Covid-19, sehingga tidak ada yang terjangkit virus tersebut. Kedua, pelayanan sosial terhadap lanjut usia di wilayah bencana alam letusan Gunung Semeru telah dilakukan berbagai lembaga sosial dan masyarakat setempat sesuai dengan kearifan lokal setempat. rekomendasi, pemerintah dan masyarakat perlu menyusun pedoman untuk pelayanan sosial terhadap lanjut usia di masa krisis</p> Setyo Sumarno , Achmadi Jayaputra (Author) Copyright (c) 2023 Setyo Sumarno , Achmadi Jayaputra (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3367 Thu, 08 Feb 2024 00:00:00 +0700 Kapabilitas Human Agency Istana Belajar Anak Banten (ISBANBAN) Foundation Dalam Menangani Permasalahan Pendidikan di Pedalaman Banten https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3366 <p>Kapabilitas human agency merupakan issue penting bagi pengembangan keilmuan dan praktik pekerjaan sosial, mengingat pekerjaan sosial merupakan profesi yang bersentuhan langsung dengan intervensi sosial dan salah satunya bertujuan untuk menangani permasalahan sosial ataupun memenuhi kebutuhan masyarakat. Penelitian ini bertujuan sebagai refleksi bagi pekerja sosial profesional berdasarkan praktik nyata penggunaan kapabilitas human agency dalam intervensi sosial sekaligus menunjukkan pentingnya pengarusutamaan konsepsi human agency dalam keilmuan pekerjaan sosial yang salah satunya berfokus pada upaya pengembangan keberfungsian sosial. Metode explanaroty dengan pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis kapabilitas human agency Istana Belajar Anak Banten (ISBANBAN) Foundation dalam menangani permasalahan pendidikan di pedalaman Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi kapabilitas human agency merupakan komponen penting di antara berbagai komponen lainnya dalam menangani permasalahan yang terjadi dan kehadiran aktor dengan kapabilitas human agency tidak dapat dipisahkan dari kelompok ataupun organisasi sebagai wadah dalam melakukan program. Namun demikian, program dan kelompok ataupun organisasi dapat berjalan karena adanya eksistensi aktor dengan kapabilitas human agency yang berperan sebagai motor penggerak. Kolaborasi, networking dan partnership yang terjalin diantara berbagai pihak telah mendorong pelaksanaan program dengan baik dan berkelanjutan sekaligus sebagai infrastruktur dan fasilitasi yang mendukung program sebagai bentuk tindakan nyata (agentic action) yang mereka lakukan.</p> Meilanny Budiarti Santoso, R. Nunung Nurwati , Azlinda Azman, Budhi Gunawan (Author) Copyright (c) 2023 Meilanny Budiarti Santoso, R. Nunung Nurwati , Azlinda Azman, Budhi Gunawan (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3366 Thu, 08 Feb 2024 00:00:00 +0700 Analisis Kebijakan dalam Bank Sampah Wargi Manglayang di Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, Bandung https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3364 <p>Bank sampah merupakan salah satu upaya yang didasari oleh kebijakan untuk melestarikan lingkungan. Begitu pula dengan Bank Sampah Wargi Manglayang yang mendirikan bank sampah dengan tujuan yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan melalui empat dimensi yang meliputi legislasi, isu dan tujuan, keterlibatan anggota, dan sistem sumber. Metode deskriptif kualitatif digunakan, didukung observasi, wawancara, dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar dimensi analisis kebijakan dalam Bank Sampah Wargi Manglayang sudah terimplementasi secara optimal. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan beberapa upaya untuk memelihara kebijakan dalam Bank Sampah Wargi Manglayang yang sudah optimal, seperti meningkatkan sosialisasi dan edukasi, meningkatkan kampanye sosial, penyediaan fasilitas, regulasi, dan sumber daya, menetapkan penyediaan insentif dan imbalan anggota, serta meningkatkan pembentukan jaringan yang sudah kuat</p> Yudhistira Anugerah Pratama (Author) Copyright (c) 2023 Yudhistira Anugerah Pratama (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3364 Thu, 08 Feb 2024 00:00:00 +0700 Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Objek Wisata dengan Memanfaatkan Modal Sosial https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3363 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata dengan pemanfaatan modal sosial dalam pengembangan objek wisata. Pandemi Covid 19 yang terjadi memberikan pengaruh terhadap objek wisata, jumlah wisatawan yang berkunjung turun secara drastis, hal ini menyebabkan kondisi perekonomian masyarakat sekitar menjadi menurun. Kondisi tersebut menuntut adanya pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat lebih aktif dan partisipatif dalam mengelola objek wisata. Pengembangan objek wisata berbasiskan pemberdayaan masyarakat akan memberikan pengaruh bagi peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat disekitar objek wisata tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana masyarakat memanfaatkan modal sosial yang ada untuk pengembangan objek wisata.. Metode yang digunakan adalah kualitatif interpretatif, dalam pengumpulan informasi digunakan data primer yang didapatkan melalui observasi, dan wawancara mendalam. Untuk mendapatkan hasil yang valid dan kredibel digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan modal sosial memiliki kontribusi dalam pengembangan objek wisata, modal sosial dalam bentuk jaringan yang dibangun secara online maupun offline oleh masyarakat sekitar objek wisata, komunikasi dengan stakeholder dan pihak swasta, adanya kepercayaan yang dibangun oleh masyarakat serta keterbukaan untuk pengembangan objek wisata. Direkomendasikan untuk pengembangan objek wisata dapat memanfaatkan modal sosial melalui pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata</p> Dia Meirina Suri , Moris Adidi Yogia , Cifebrima Suyastri (Author) Copyright (c) 2023 Dia Meirina Suri , Moris Adidi Yogia , Cifebrima Suyastri (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3363 Wed, 29 Nov 2023 00:00:00 +0700 Keberlanjutan Program Sociopreneur pada Kegiatan Bank Sampah, Proyek Magot, dan Serbat Jahe untuk Menangani Masalah Sosial https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3360 <p>Sociopreneur merupakan kegiatan inovasi dengan motif menyelesaikan masalah sosial, sekaligus mengembangkan aspek bisnisnya. Banyak orang percaya bahwa kegiatan sociopreneur merupakan solusi untuk mengatasi persoalan sosial dewasa ini. Munculnya banyak startup sociopreneur menandakan adanya optimisme masyarakat terhadap sosiopreneur. Namun jika melihat perkembangan sociopreneur dewasa ini muncul kekhawatiran karena banyak aktivitas sociopreneur yang mati suri, meskipun ada juga yang berkembang. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa ada sociopreneur yang mati suri, namun ada juga yang terus berkembang. Untuk menjawab permasalahan tersebut dilakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dalam kegiatan sociopreneur bank sampah-sedekah sampah, maggot, dan serbat jahe. Penelitian ini menemukan bahwa kegiatan sociopreneur dapat berjalan ketika aktivitas bisnisnya berjalan dengan baik dan kegiatan sociopreneur lama kelamaan akan mati jika kegiatan yang berjalan hanya kegiatan sosial. Kegiatan sociopreneur pada bank sampah-sedekah sampah dan maggot mengalami mati suri karena mempunyai fokus terbalik, yaitu mementingkan kegiatan pada aktivitas sosial dan mengesampingkan aktivitas bisnisnya. Penelitian ini memberikan pengetahuan bahwa untuk menjamin sustainability program pemberdayaan sosial maka aktivitas tersebut harus menghasilkan keuntungan ekonomi.</p> Yulita Jumada Barqah, Pajar Hatma Indra Jaya , Sri Widayanti (Author) Copyright (c) 2024 Yulita Jumada Barqah, Pajar, Widi (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3360 Mon, 27 May 2024 00:00:00 +0700 Efektivitas Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terhadap Kehidupan Perekonomian Masyarakat Desa Seboro Kabupaten Probolinggo https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3359 <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh peningkatan angka kemiskinan yang disebabkan adanya pandemi COVID 19 di Desa Seboro Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa timur. Hal ini ditunjukkan dengan angka Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang naik dari tahun sebelumnya khususnya pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari. Pemerintah berinisiatif memberikan bantuan yang berupa pangan non tunai kepada Keluarga yang berhak menerima manfaat (KPM) melalui data yang diajukan oleh pemerintah desa. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini disalurkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (KEMENSOS) dengan tujuan dalam permasalahan ekonomi di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektifitas BPNT terhadap perekonomian masyarakat di Desa Seboro tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik Reduski Data (Data Reduction), penyajian data (dusplay data), Penegasan kesimpulan dan verifikasi (Conclution Drawing and Verification). Hasil penelitian menunjukan bahwa penyaluran BPNT di Desa Seboro sudah efektif dilaksanakan sesuai dengan sasaran dan waktu penyalurannya. Keefektifan tersebut ditunjukkan dengan bantuan tersebut memberikan manfaat terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di desa tersebut namun belum dapat memenuhi sepenuhnya perekonomian seperti sebelum masa pandemi.</p> Nining Ailiyah, Nur Chalimah, M. Asif Nur Fauzi, Mohammad Affan Wahyudi (Author) Copyright (c) 2023 Nining Ailiyah, Nur Chalimah, M. Asif Nur Fauzi, Mohammad Affan Wahyudi (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3359 Wed, 29 Nov 2023 00:00:00 +0700 Lansia Berdaya Bangsa Sejahtera : Konsep Active Ageing terhadap Anak Muda Studi di Yogyakarta https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3358 <p>Indonesia mengalami peningkatan pada struktur penduduk usia lanjut. Hal ini menyebabkan dampak positif dan negatif khususnya bagi keberlangsungan kehidupan bangsa. Lansia berdaya merupakan salah satu hal yang dapat meringankan kondisi bangsa untuk menjadi bangsa yang sejahtera. Konsep <em>Active Ageing</em> membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera. Konsep active ageing sendiri terdiri dari 8 faktor yang dibagi menjadi 2 bagian. Tentunya konsep ini akan berangkat sejak masa muda. Anak muda yang memahami konsep <em>active ageing</em> dapat menjadi lansia berdaya saat masa lanjut usia nanti. Hasil penelitian melalui metode statistic deskriptif ini penulis didapati bahwa anak muda memberikan hasil positif terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap konsep <em>active ageing</em> tersebut. Bahwa Anak Muda sudah mengetahui pengaplikasian konsep <em>active ageing </em>dalam kehidupan sehari- hari mereka. Secara teori kebanyakan anak muda belum maksimal dalam pemahaman konsep <em>active ageing </em>ini. Untuk penerapan konsep <em>active ageing</em> harus terus diterapkan oleh anak muda dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Pemerintah dalam hal ini dapat memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada remaja agar dapat menjadi individu yang produktif bahkan hingga masa lanjut usianya yang berdampak juga pada kesejahteraan bangsa Indonesia nantinya.</p> Alcyva Anindita Aisha Putri, Lukman Nul Hakim (Author) Copyright (c) 2024 Alcyva, Lukmanul Hakim (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3358 Mon, 27 May 2024 00:00:00 +0700 Perlindungan Kerja Bagi Pekerja Lanjut Usia di Daerah Pedesaan: Analisis Situasi dan Kebijakan di Provinsi Yogyakarta https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3351 <p>Hanya sedikit penelitian yang memberikan perhatian pada kondisi kerja, perilaku ekonomi lansia, bahaya dan risiko kerja, serta perluasan akses terhadap perlindungan sosial di tempat kerja. Studi ini merupakan upaya untuk menganalisis kondisi kerja, perilaku ekonomi lansia, bahaya dan risiko kerja serta perluasan akses terhadap perlindungan sosial di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan observasi dan wawancara mendalam terhadap 22 informan yang berasal dari kalangan lanjut usia, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah. Studi ini menemukan bahwa lansia yang bekerja di pedesaan menggabungkan pertanian dan peternakan. Alasan bekerja bervariasi berdasarkan kelas sosial dimana alasan bekerja bagi lansia dari keluarga berada lebih cenderung karena alasan sosiologis sedangkan alasan bekerja bagi lansia dari keluarga berpendapatan rendah lebih cenderung karena alasan ekonomi. Paper ini juga menemukan bahwa berbagai bahaya yang berhubungan dengan pekerjaan termasuk banyak pekerjaan yang menuntut fisik dan melelahkan, paparan bahan kimia, penggunaan alat pemotong yang tajam, mengangkat beban berat, berjalan jauh, jam kerja yang panjang dan binatang yang berbahaya. Sayangnya, para lansia tidak dilindungi oleh standar perlindungan sosial di tempat kerja mereka. Ada kebutuhan untuk mengembangkan kebijakan mengenai lingkungan kerja yang ramah bagi orang lanjut usia.</p> Aryan Torrido, Muh. Ulil Abshor, Khatibul Umam (Author) Copyright (c) 2023 Aryan Torrido, Muh. Ulil Abshor, Khatibul Umam (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3351 Wed, 29 Nov 2023 00:00:00 +0700 Spiritual Resilience: Analisis Faktor Yang Meningkatkan Kesejahteraan Mental Ibu Rumah Tangga di Cirebon https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3350 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat spiritual para ibu rumah tangga dan memverifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ketahanan spiritual di Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni mix method, kombinasi antara metode kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitiannya yaitu para ibu rumah tangga berjumlah 36 orang dengan kategori miskin di Wilayah Kabupaten Cirebon. Data kualitatif diperoleh melalui in-dept interview, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari penyebaran angket yang disusun dengan mengacu pada Spiritual Transcendence Scale dari Piedmont. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata tingkat spiritualitas para ibu rumah tangga tersebut sebesar 4,52 yang berada pada kategori tingkat spiritualitas yang tinggi. Hasil analisis faktor ketahanan spiritualitas menunjukkan bahwa yakin pada kematian sebanyak 94,4 persen, perasaan tenang dan bahagia setelah melakukan ritual ibadah sebanyak 86,1 persen, keyakinan akan kehadiran Tuhan sebanyak 77,8 persen, yakin bahwa Tuhan selalu ada untuk menolong hambaNya sebanyak 77,8 persen, sisanya faktor lain dapat meningkatkan kesejahteraan mental para Ibu rumah tangga. Tingkat ketahanan spiritual yang tinggi terbukti mampu menjadikan mental seorang ibu rumah tangga sejahtera sehingga ketahanan keluarga terjaga. Temuan penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat dan khusunya para penyedia layanan sosial untuk melakukan pendekatan dari aspek spiritual bagi kesehatan mental seseorang.</p> Meli Fauziah, Vera Octavia (Author) Copyright (c) 2023 Meli Fauziah, Vera Octavia (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3350 Wed, 29 Nov 2023 00:00:00 +0700 Krisis Keluarga dalam Perkembangan Otonomi Perempuan https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3349 <p>Permasalahan krisis keluarga menyebabkan adanya perubahan relasi kuasa dalam keluarga yang berpengaruh pada hilangnya kepercayaan perempuan otonom terhadap instansi keluarga yang kemudian akan menimbulkan proses-proses disosiatif dalam instansi keluarga yang dapat memicu terjadinya krisis keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman tentang krisis keluarga dan relasi kuasa dalam keluarga yang berdampak terhadap permasalahan kepercayaan atas institusi keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi deskriptif kuantitatif dengan analisis korelasi product moment. Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun di Kota Surakarta. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa prosentase hasil penelitian menghasilkan 28 persen tidak krisis, 52 persen moderate dan 19 persen krisis. Hal tersebut memiliki arti bahwa kecenderungan orientasi perempuan menjadi perempuan otonom ke arah moderat dan otonom. Ini akan berakibat pada kecenderungan perempuan untuk tidak menikah atau lebih menikmati kehidupan sendiri. Hasilnya akan berakibat pada terjadinya krisis keluarga di masa depan karena lembaga perkawinan tidak lagi sangat diharapkan oleh perempuan. Perempuan telah memiliki kekuatan keluar dari tekanan sosial untuk mewajibkan menikah dan berkeluarga.</p> Drajat Tri Kartono, Argyo Demartoto, Fatwa Nur Hakim, Chesa Amanda Marsela (Author) Copyright (c) 2024 Drajat Tri Kartono, Argyo Demartoto, Fatwa Nur Hakim, Chesa Amanda Marsela (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3349 Wed, 29 Nov 2023 00:00:00 +0700 Peran Pelopor Perdamaian dalam Penangananan Konflik Sosial di Provinsi Jawa Barat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3348 <p>Potensi dan angka kejadian konflik di Provinsi Jawa Barat tergolong cukup tinggi. Tenaga Pelopor Perdamaian (Pordam) merupakan salah satu pihak yang memiliki peran dan tugas penting dalam upaya penanganan konflik tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran Pordam dalam penangananan konflik sosial di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode penelitian deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui teknik pengumpulan data berupa observasi non partisipatif, indepth interview, dan Focus Group Discussion (FGD). Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pordam Provinsi Jawa Barat dalam penangananan konflik sosial meliputi upaya pencegahan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan pasca konflik.Upaya pencegahan konflik dilakukan melalui pembentukan dan penguatan Pordam, pemetaan daerah rawan konflik sosial, dan sosialisasi pencegahan konflik ke sekolah-sekolah. Dalam pemenuhan kebutuhan dasar, Pordam berperan sebagai relawan yang memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan pelayanan psikososial dalam kondisi kedaruratan bagi korban konflik sosial dan pengungsi. Dalam pemulihan pasca konflik Pordam berperan dalam upaya mengembalikan keadaan dan memperbaiki hubungan yang tidak harmonis di masyarakat akibat konflik melalui kegiatan rekonsiliasi dan rehabilitasi.</p> Soni Akhmad Nulhaqim, Wandi Adiansah, Nadila Auludya Rahma Putri Putri, Maulana Irfan (Author) Copyright (c) 2023 Soni Akhmad Nulhaqim, Wandi Adiansah, Nadila Auludya Rahma Putri Putri, Maulana Irfan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3348 Wed, 29 Nov 2023 00:00:00 +0700 Kearifan Lokal dalam Pelayanan Kesejahteraan Sosial Saat Kebencanaan (Refleksi Pengalaman Masyarakat Saat Terjadi Covid-19) https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3347 <p>Selama pandemi COVID-19, situasi sulit melanda Indonesia dan dunia secara luas. Banyak negara yang terkena dampak gelombang virus ini, yang menyebabkan ketidakstabilan ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan tentang bagaimana kearifan lokal dapat digunakan untuk memberikan layanan sosial kepada masyarakat selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran kearifan lokal dalam menyediakan pelayanan kesejahteraan sosial bagi Masyarakat. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui kearifan lokal dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif. Kearifan lokal yang dapat didayagunakan dalam mengatasi kelangsungan hidup pada saat pandemi COVID-19 meliputi pengetahuan lokal, budaya lokal, keterampilan lokal, sumber daya lokal, proses sosial, dan solidaritas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam memberikan layanan kesejahteraan sosial saat pandemi COVID-19. Di Kabupaten Gunungkidul berdasarkan pengetahuan sosial masih kental dengan tradisi jimpitan. Hasil dari kegiatan tersebut setelah terkumpul dapat dipergunakan untuk membantu warga masyarakat yang terdampak COVID-19. Sedangkan di Kabupaten Kulonprogo muncul istilah <em>jogo tonggo</em> istilah dalam bahasa jawa yang mengandung makna menjaga antartetangga. Oleh karena itu dalam kehidupan bermasyarakat, selalu ada semangat saling memberi dan menolong antara sesama tetangga. Selain hal tersebut masih ada tradisi-tradisi yang dapat digunakan sebagai alat dalam memberikan layanan bagi warga yakni sifat gotongroyong yang selalu ada di dua lokasi tersebut. Sifat gotongroyong yang sampai saat ini masih dipertahankan. Rekomendasi perlu adanya kerjasama di antara pemerintah setempat dengan warga dalam melestarikan budaya lokal maupun tradisi yang dianggap dapat memberikan pertolongan bagi warga masyarakat pada saat wabah COVID-19 menyebar.</p> Suryani Suryani, Tyas Eko Raharjo F , Soetji Andari (Author) Copyright (c) 2024 Suryani Suryani, Tyas Eko Raharjo F , Soetji Andari Andari (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3347 Wed, 29 Nov 2023 00:00:00 +0700 Pelibatan Karang Taruna dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Desa Wisata Kabupaten Gresik https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3338 <p>Desa wisata menjadi orientasi masyarakat untuk mengangkat kearifan lokal. Tujuan penelitian ini mengkaji strategi pengembangan potensi lokal desa, mengkaji peran karang taruna dalam meningkatkan potensi lokal desa, dan memaparkan program pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Desa Hulaan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Penelitian dilaksanakan Mei 2023 - Januari 2024. Informan penelitian berjumlah 10 orang terdiri dari satu kepala desa, satu kepala dusun, dua tokoh masyarakat, satu ketua karang taruna, tiga anggota karang taruna, dan dua warga desa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan tiga teknik yakni: kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Temuan penelitian menggambarkan strategi pengembangan potensi lokal desa sebagai desa wisata, terintegrasi sebagai pusat ekonomi kreatif, optimalisasi potensi lokal desa sebagai inovasi desa mandiri, dan waduk Hulaan sebagai ekowisata (ecotourism). Peran karang taruna dalam meningkatkan potensi lokal desa melalui karang taruna sebagai wadah generasi muda yang berorientasi pada pengembangan usaha masyarakat, ekonomi kreatif, kebudayaan, agama, penggerak masyarakat dan olahraga serta kesenian daerah. Program pengembangan desa melalui pemberdayaan masyarakat, sentral wisata kuliner, dan pengembangan kearifan lokal desa sebagai <em>local wisdom</em>, <em>local knowledge</em>, dan <em>local genius.</em></p> Heryanto Susilo, Widodo Widodo, Sjafiatul Mardliyah , Widya Nusantara , Mustakim (Author) Copyright (c) 2025 Heryanto Susilo, Widodo Widodo, Sjafiatul Mardliyah , Widya Nusantara , Mustakim (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3338 Tue, 26 Aug 2025 00:00:00 +0700 Peran Pendampingan Program Keluarga Harapan dan Program BPNT Dalam Penanganan Stunting: Studi Kasus di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3333 <p><strong>Abstrak</strong>: Studi ini meneliti bagaimana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako membantu mencegah stunting di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara. Dalam studi kasus ini, data dikumpulkan dari 30 responden, yang terdiri dari ibu rumah tangga yang memiliki anak balita, pendamping, dan stakeholder dari pemerintahan yang terlibat dalam pencegahan stunting. Pedoman wawancara terstruktur digunakan untuk pengumpulan data, dan analisis data dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan PKH dan Program Sembako membantu mencegah anak balita di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara dari stunting. Dalam hal ini, pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan makanan bergizi kepada anak mereka. Selain itu, PKH dan Program Sembako juga dapat meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan dan ketersediaan bahan makanan yang bergizi, terutama bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Untuk memberikan dampak positif yang lebih besar dalam mencegah stunting di Kabupaten Bolaang Mangondow Utara, penelitian ini menyarankan agar pendampingan PKH dan Program Sembako terus dikembangkan dan ditingkatkan. Selain itu, perlu dilakukan lebih banyak inovasi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan stunting, terutama bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.</p> <p>Kata Kunci : PKH, Pendampingan, pencegahann stunting, pengetahuan, keterampilan, kesehatan</p> Muslim Sabarisman, Muhammad Belanawane Sulubere (Author) Copyright (c) 2023 muslim sabarisman, Bela (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3333 Thu, 08 Feb 2024 00:00:00 +0700 Faktor-faktor yang Memengaruhi Tingkat Kompetensi Komunikasi Inovatif Penyuluh Sosial https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3334 <p>Penyuluh sosial memiliki peran penting dalam pembangunan kesejahteraan sosial, yaitu sebagai komunikator, informan, motivator, serta edukator.Tuntutan transformasi digital saat ini memberikan pengaruh kepada kebutuhan kompetensi yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi digital.Tingkat kompetensi komunikasi inovatif diukur melalui indikator tingkat literasi digital, kemampuan berempati, dan kemampuan komunikasi partisipatif. Karakteristik individu, faktor belajar, tingkat pemahaman peran, lingkungan kerja dan tingkat pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan memengaruhi kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari 2023 melalui sensus secara daring kepada Pejabat Fungsional Penyuluh Sosial di seluruh Indonesia.Jumlah penyuluh sosial yang berpartisipasi dalam penelitian ini mencapai 279 orang responden.Instrumen penelitian berupa kuesioner pertanyaan dan pernyataan menggunakan aplikasi digital Google Forms dengan tautan yang disebar melalui WhatsApp.Data diolah menggunakan analisis regresi linear Ordinary Least Square (OLS) Berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial berada dalam kategori sedang dengan skor 54,5. Faktor belajar, tingkat pemahaman peran dan tingkat pemanfaatan TIK mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap tingkat kompetensi komunikasi inovatif penyuluh sosial.</p> Susie Sugiarti, Sumardjo, Anna Fatchiya, Dwi Sadono (Author) Copyright (c) 2024 Susie Sugiarti, Sumardjo, Anna Fatchiya, Dwi Sadono (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3334 Mon, 18 Nov 2024 00:00:00 +0700 Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan Dalam Kemitraan Konservasi Taman Nasional Meru Betiri Kabupaten Jember https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3328 <p>Efektivitas program kemitraan konservasi merupakan ukuran tingkat keberhasilan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberdayaan masyarakat terhadap peningkatan kesejahteraan petani pada program kemitraan konservasi dan mengetahui dampak pemberdayaan masyarakat secara ekonomi dan sosial pada program kemitraan konservasi. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai 60 responden di 4 blok manajemen pada bulan April-Mei 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan metode <em>purposive sampling</em>. Data dianalisis menggunakan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pemberdayaan masyarakat terhadap peningkatan kesejahteraan petani pada program kemitraan konservasi cukup efektif. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan pendapatan petani, peningkatan ekonomi , peningkatan jumlah tanaman pokok dan jumlah bibit yang ditanam dan yang memiliki korelasi signifikan pada kesejahteraan petani. Fakta dilapang ditemukan masih terdapat blok pengelolaan masih 40 persen dari kewajiban menanam tanaman pokok. Dampak ekonomi yang didapatkan oleh petani setelah mengikuti program kemitraan konservasi memberikan peningkatan pendapatan yang dapat digunakan kebutuhan sehari-hari dan peningkatan pendapatan 4 sampai dengan 30 juta rupiah per tahun. Dampak secara sosial kini antar petani yang mengelola kawasan konservasi menjadi lebih kompak menjaga kawasan serta pertemuan rutin yang dilakukan sangat membantu keluhan petani saat menghadapi kendala dilahan.</p> Zulfidda Lillah Zulfidda, Djuara P Lubis , Dwi Sadono (Author) Copyright (c) 2024 Zulfidda Lillah Zulfidda, Djuara P Lubis , Dwi Sadono (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3328 Fri, 20 Dec 2024 00:00:00 +0700 Konsep Kesejahteraan Sosial dan Perubahan Iklim (Studi Kasus Bank Sampah di Kota Bogor, Jawa Barat) https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3324 <p>Penelitian dilatarbelakangi karena dampak dari perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia khususnya Kota Bogor diakibatkan karena meningkatnya timbunan sampah. Salah satu penyebab meningkatnya sampah karena masih rendahnya kesadaran peduli sampah dikalangan masyarakat, dan juga bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Hadirnya bank sampah sebagai program pendidikan lingkungan untuk memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola sampah diri sendiri secara baik. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh bank sampah menjadi program pendidikan lingkungan dalam pemberdayaan masyarakat sehingga berperilaku peduli sampah. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey, dan didukung oleh data kualitatif dengan metode wawancara. Analisis data menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS 25 for window dengan total sampel 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan melalui program bank sampah berpengaruh dalam perilaku peduli sampah bagi masyarakat Kota Bogor. Perubahan perilaku peduli sampah terkategori cukup berhasil. Wujud pemberdayaan masyarakat berperilaku peduli sampah melalui program bank sampah dengan terlibat dan melalukan pengelolaan sampah. Karakteristik masyarakat, dukungan interpersonal, kontribusi masyarakat, dorongan kebijakan, dan pengurus bank sampah berpengaruh dalam pemberdayaan masyarakat untuk berperilaku peduli sampah.</p> Nurhayati Nurhayati, Pudji Muljono , Dwi Sadono (Author) Copyright (c) 2024 Nurhayati Nurhayati, Pudji Muljono , Dwi Sadono (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3324 Mon, 27 May 2024 00:00:00 +0700 Dampak Program Keluarga Harapan Terhadap Kesejahteraan Keluarga Penerima Manfaat di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3313 <p><em>Muhammad Rizaldy Nugraha (2023), the impact of the Family Hope Program on the welfare of Beneficiary Families in Gambut District, Banjar Regency. This study aims (1) to find out the implementation of the Family Hope Program for the welfare of Beneficiary Families (KPM) in Gambut District, Banjar Regency. (2) Knowing the impact of the implementation of the Family Hope Program on the welfare of Beneficiary Families (KPM) in Gambut District, Banjar Regency. Respondents in this study were 85 respondents from Gambut District, Banjar Regency, and this study used a descriptive qualitative method of data collection techniques by interviewing, observation, and documentation. Data analysis by analyzing the impact on respondents and SWOT analysis. The results of this study indicate that the impact of the Family Hope Program (PKH) has a positive impact on the welfare of Beneficiary Families (KPM), it can be seen from their improved socioeconomic conditions, good education levels of their children, good nutritional health status of mothers and children families and adequate, and access to adequate health and education.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Impact, Welfare, Family Hope Program, Beneficiary Families</em></p> Muhammad Rizaldy Nugraha (Author) Copyright (c) 2024 Muhammad Rizaldy Nugraha (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3313 Thu, 08 Feb 2024 00:00:00 +0700 Perlindungan Sosial di Masa Krisis Pandemi Covid-19: Studi Kasus Aktor Pariwisata di Kaliurang, Yogyakarta https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3303 <p>Kaliurang adalah salah satu tempat wisata tertua di Yogyakarta, Indonesia. Selama beberapa dekade, Kaliurang telah bertransformasi menjadi salah satu kawasan wisata tersibuk di Yogyakarta yang menjadi tumpuan hidup masyarakatnya. Wabah COVID-19 merupakan krisis paling menantang yang menghantam industri pariwisata di Kaliurang sejak erupsi Merapi pada tahun 2010. Dalam konteks wabah COVID-19, artikel ini disusun untuk memahami bagaimana COVID-19 telah menghantam masyarakat lokal yang terlibat dalam kegiatan pariwisata di Kaliurang dan bagaimana mereka menghadapi krisis tersebut. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, kami mencoba memahami kondisi pelaku pariwisata di Kaliurang selama COVID-19 dan mengeksplorasi strategi dan bentuk perlindungan sosial yang membantu para pelaku pariwisata untuk bertahan. Melalui penelitian ini, kami menyimpulkan bahwa kegiatan pariwisata di Kaliurang pada tahun 2020-2022 terhenti bukan hanya karena COVID-19 tetapi juga karena situasi yang disebabkan oleh erupsi Merapi. Perlindungan sosial yang ditunjukkan dalam kasus pariwisata di Kaliurang tidak berasal dari pemerintah sebagai pusat kekuasaan dan sumber daya, tetapi dari solidaritas sosial yang muncul sebagai respons terhadap kurangnya peran pemerintah. Krisis pandemi telah kembali mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai moral Jawa untuk saling berbagi dan peduli melalui harmoni dan rukun. Namun, perlu dilakukan kajian lebih lanjut mengenai perlindungan sosial dalam kajian pariwisata dan perlu adanya perlindungan sosial bagi pelaku pariwisata dalam bentuk asuransi.</p> Runavia Mulyasari, Gaffari Rahmadian (Author) Copyright (c) 2024 Runavia Mulyasari, Gaffari Rahmadian (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3303 Mon, 27 May 2024 00:00:00 +0700 Sistem Peringatan Dini berbasis Masyarakat di Daerah Rawan Bencana: Studi di Tiga Desa di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3302 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem peringatan dini (SPD) berbasis masyarakat yang dikembangkan di daerah rawan bencana. Secara spesifik, tulisan ini menggambarkan profil bencana di lokasi studi; menganalisis bagaimana setiap komponen SPD yang dikembangkan berjalan; serta pada bagian akhir tulisan ini mengulas aspek tata kelola, komitmen pemerintah, dan perspektif inklusi dalam implementasi SPD berbasis masyarakat. Topik ini penting untuk diangkat karena pembahasan mengenai SPD berbasis masyarakat di Indonesia masih minim. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan partisipatif dengan mewawancarai sebanyak 20 informan kunci dan 6 kali <em>focus group discussion </em>(FGD) di ketiga desa di NTT, yakni Desa Bena (Kabupaten Timor Tengah Selatan), Desa Meusin (Kabupaten Timor Tengah Selatan) dan Desa Motaulun (Kabupaten Malaka). Meskipun dihadapkan pada keterbatasan akses informasi dan pemahaman teknis SPD, hasil studi menunjukkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat yang dikembangkan di ketiga desa dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, tentang peringatan dini dan tindakan respons yang tepat. Sayangnya, kebutuhan disabilitas, anak-anak, dan lansia belum menjadi fokus perhatian. Keberlanjutan dan pengembangan sistem ini kedepan sangat tergantung pada dukungan dari pemerintah dan kolaborasi lintas sektor di ketiga desa.</p> Alfian Helmi, Nur Hannah Muthohharoh (Author) Copyright (c) 2024 Alfian Helmi, Nur Hannah Muthohharoh (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3302 Fri, 20 Dec 2024 00:00:00 +0700 Kapabilitas dan Relasi Antar Aktor Pemerintah Dalam Penanganan Stunting: Studi di Kabupaten Gunungkidul https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3287 <p>Kabupaten Gunungkidul di tempatkan sebagai satu-satunya wilayah di D.I.Yogyakarta yang masih <br />berada di atas target nasional yakni 15,75 persen pada tahun 2021. Selain itu, topik mengenai kebijakan stunting telah mencapai titik jenuh pada pembahasan kesenjangan antara kebijakan dan implementasinya. Artikel ini mengkaji implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul untuk mengupayakan hak kesehatan, terutama bagi ibu dan balita. Tulisan ini akan memberikan perspektif baru mengenai penyebab kapabilitas dan relasi aktor yang rendah. Melalui kerangka konseptual mengenai kapabilitas dan jejaring aktor, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan kapabilitas dan relasi aktor pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam implementasi kebijakan percepatan penurunan stunting. Artikel ini didasarkan pada studi kualitatif, menggunakan pendekatan studi kasus dan analisis deskriptif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kapabilitas pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam implementasi kebijakan tergolong belum mumpuni. Selain itu, kolaborasi aktor masih tergolong lemah. Hal ini dibuktikan dengan nilai densitas sebesar 0,186 yang berarti sifat relasionalnya lemah karena kurang dari satu. Selanjutnya, perlu ada re-alokasi anggaran, penguatan komitmen bersama, mendorong kolaborasi antar pemangku kepentingan, pembentukan forum komunikasi,hingga inovasi program.</p> Roichan Rochmadi Irwanto (Author) Copyright (c) 2024 Roichan Rochmadi Irwanto (Author) https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3287 Mon, 27 May 2024 00:00:00 +0700 Pengaruh Kompetensi Petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Terhadap Kualitas Pelayanan Bagi Masyarakat Miskin https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3150 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meluhat pengaruh Kompetensi petugas pada Sistem Layanan Terpadu (SLRT) terhadap kualitas pelayanan bagi masyarakat miskin. SLRT merupakan salah satu solusi untuk menyatukan layanan pemerintah bagi keluarga miskin. Hal ini membutuhkan Kompetensi petugas yang mampu memberikan pelayanan kepada penerima manfaat secara maksimal. Metode yang digunakan adalah kuantif didukung data kualitatif. Responden terdiri dari petugas dan penerima manfaat. Lokasi penelitian adalah SLRT di Indonesia dengan cara stratifiet random sampling. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan a) seberapa pengaruh ilmu pengetahuan terhadap kualitas layanan b) seberapa besar pengaruh ketrampilan terhadap kualitas layanan dan seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap kualitas layanan. Penelitian ini akan bermanfaat secara praktis untuk mengembangkan kapasitas SLRT dan untuk pengembangan keilmuan Kesejahteraan sosial.Hasil penelitian menunjukkan, kapasitas petugas sangat sifgifikan berpengaruh terhadap pelayanan bagi masyarakat<br />miskin. Petugas memahami secara keseluruhan yang terkait dengan pelayanan, memahami Pedoman Umum, program Pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial. Memiliki keterampilan yang mampu membantu menyelesaikan masalah dan menindak lanjuti keluhan penerima manfaat. Memiliki sikap tidak pilih kasih terhadap penerima manfaat, selalu siap membantu menyelesaikan keluhan, bersikap sopan, ramah dan dapat memberi penjelasan dengan baik. Penelitian ini berkontribusi dalam praktek Pekerjaan sosial khususnya dalam penanganan masalah kemiskinan.</p> Ruaida Murni, Hari Harjanto Setiawan (Author) Copyright (c) 2023 Ruaida Murni, Hari Harjanto Setiawan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3150 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan: Proses Penguatan Masyarakat Melalui Perhutanan Sosial di Kawasan Hutan Sesaot, NTB https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3151 <p>Program pemberdayaan masyarakat skema perhutanan sosial (PS) sudah lama berjalan. Program ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan kehutanan yang mengancam sosial ekonomi masyarakat dan lingkungan. Namun program tersebut berjalan lambat dari target 12,7 juta hektar (dari 2014 hingga 2024), pada 2021 baru tercapai 4,5 juta hektar. Hal ini tidak lepas dari program itu sendiri kurang mengakomodir kebutuhan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana proses PS dengan melihat dari kacamata pemberdayaan itu sendiri. Studi membahas dari sisi informasi, partisipasi, akuntabilitas, dan lembaga lokal. Penelitian ini mengambil kasus PS di kawasan Sesaot, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini mewawancarai informan penting secara purposive. Hasilnya menunjukan bahwa fasilitator dan petani masih kurang memahami informasi PS. Partisipasi masyarakat belum terlihat karena campur tangan fasilitator masih besar. Akuntabilitas dalam program pemberdayaan dilakukan dengan melaporkan hasil kegiatan untuk pihak-pihak tertentu. Kapasitas organisasi lokal perlu ditingkatkan agar petani menjadi berdaya. Terjadi penambahan aset dan kemampuan individu dalam mengembangkan usaha kehutanan, namun tidak semua masyarakat mendapat kesempatan yang sama.</p> Yumantoko (Author) Copyright (c) 2023 Yumantoko https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3151 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Analisis Integrasi Kebijakan Upaya Konvergensi Program Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Lebak https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3256 <p>Peraturan Presiden nomor 71 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting mengamanatkan upaya konvergensi percepatan penurunan stunting lintas sektoral terintegrasi di seluruh provinsi hingga desa di seluruh Indonesia. Implementasi kebijakan konvergensi sangat tergantung kemampuan dan kapasitas pemerintah serta kondisi sosial, ekonomi, geografis dan masyakatnya. Pemerintah kabupaten lebak berhasil menurunkan prevelansi stunting sebesar 12,9% selama 3 tahun upaya konvergensi. Penelitian ini berusaha mengetahui tingkat integrasi kebijakan upaya konvergensi penurunan stunting kabupaten lebak tahun 2022 untuk mengetahui keberhasilan program penurunan stunting itu terjadi karena integrasi kebijakan yang telah dibangun pemerintah kabupaten secara tepat ataukah keberhasilan kerjasama dan koordinasi peran dominan instansi tertentu dengan keberhasilan unsur pendukung lainnya. Pengukuran tingkat integrasi menggunakan pendekatan Candel dan Biesbroek (2016) melalui analisis 4 variabel dimensi integrasi kebijakan yaitu Policy Frame, Subsystem Involvement, Policy Goals dan Policy Instrument. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan kuisioner tertulis informan dari 9 (sembilan) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lebak. Hasil penelitian adalah keberhasilan program penurunan stunting belum didukung dengan tingkat integrasi kebijakan yang tinggi. Upaya konvergensi penurunan stunting belum memenuhi kriteria disebut tingkat integrasi tinggi. Diperlukan penguatan di beberapa instrument kebijakan untuk merealisasikan integrasi kebijakan yang tinggi.</p> Antonius Supriyanto, Lina Miftahul Jannah (Author) Copyright (c) 2023 Antonius Supriyanto, Lina Miftahul Jannah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3256 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Board Game: Cara Pembelajaran Yang Menyenangkan Bagi Orang Dewasa https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3255 <p>Pengembangan SDM memerlukan adanya perubahan pendekatan sebagai dampak dari Revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini setiap individu haruts mau dan mampu meningkatkan kompetensinya untuk dapat beradaptasi dengan kondisi saat ini serta berkompetisi dengan sehat. Pada era revolusi Industri 4.0 kompetensi merupakan hal yang esensial, sehingga setiap individu harus memelajari kompetensi baru. Meskipun demikian, proses pembelajaran merupakan proses yang kompleks, tidak dapat demikian saja dilakukan. Dalam hal ini, boardgame dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu individu, khususnya orang dewasa dalam memelajari kompetensi baru maupun meningkatkan keterampilan yang sudah dimilikinya. Studi ini menggunakan 120 partisipan yang terdiri dari 60 partisipan karyawan dan 60 partisipan mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai efektivitas boardgame sebagai salah satu alat/metode pelatihan bagi orang dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boardgame adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk orang dewasa memelajari hal-hal baru dengan menyenangkan, dan memeroleh hasil pembelajaran yang efektif.</p> Wustari L. Mangundjaya, Seta A. Wicaksana, Callista Hapsari Almira Inez Ersya (Author) Copyright (c) 2023 Wustari L. Mangundjaya, Seta A. Wicaksana, Callista Hapsari Almira Inez Ersya https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3255 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Structural Equation Modeling untuk Memodelkan Pengaruh Pelecehan Seksual terhadap Kesehatan Mental Mahasiswi di Kota Surabaya https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3254 <p>Pelecehan seksual merupakan salah satu bentuk tindakan asusila yang melanggar hukum dan juga norma sosial yang terjadi di masyarakat. Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan tingkat pelecehan seksual yang tergolong cukup tinggi di dunia. Pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan memberikan sumbangsih yang cukup tinggi dalam tingkat pelecehan di Indonesia. Jawa Timur sebagai provinsi dengan tingkat pelecehan tertinggi memberikan motivasi kepada peneliti untuk meneliti kasus pelecehan seksual terutama di lingkungan perguruan tinggi di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan non probability sampling dengan instrumen penelitian adalah kuisioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelecehan yang kerap kali terjadi pada mahasiswi adalah pelecehan verbal secara langsung dengan mayoritas pelaku pelecehan merupakan orang yang telah lama dikenal oleh korban. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pelecehan diantaranya adalah bentuk pelecehan seksual, gaya berpakaian korban dan kelainan seksual pelaku. Ketiga faktor tersebut mempengaruhi kondisi psikologi mahasiswi sehingga menyebabkan kesehatan mental mahasisiwi terganggu. Diperlukan peran potensi dan sumber kesejahteraan sosial untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual melalui penyuluhan sosial.</p> Ireni Lusyanti Gili, Moh Subhan Fajarulloh, Maulivia Idham Choliq, Moch. Iqbal Nasurulloh Al-Amin, Alfisyahrina Hapsery (Author) Copyright (c) 2023 Ireni Lusyanti Gili, Moh Subhan Fajarulloh, Maulivia Idham Choliq, Moch. Iqbal Nasurulloh Al-Amin, Alfisyahrina Hapsery https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3254 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Eksistensi Pendamping Sosial di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3253 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan eksistensi pendamping sosial pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Eksistensi pendamping sosial dapat dilihat dari peran yang dilakukan pada LKSA tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara. Subyek penelitian adalah pendamping sosial anak terlantar di LKSA, dianalisis secara deskriptif interpretative tentang peran pendamping sosial anak terlantar dalam program kesejahteraan sosial anak dan lembaga kesejahteraan sosial anak/panti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendamping sosial menjalankan peran sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial bagi anak terlantar telah tercapai, hal ini ditunjukkan dengan terpenuhinya kebutuhan pelayanan fisik, kebutuhan pelayanan psikologis, kebutuhan pelayanan sosial dan kebutuhan pelayanan pendidikan bagi anak terlantar. Karya nyata pendamping sosial juga didorong oleh motivasi yang tinggi untuk menjalankan amal sholeh yang diperintahkan agama. Rekomendasi penelitian, diharapkan Kementerian Sosial selaku yang mengatur regulasi memberikan perhatian terhadap LKSA dengan meningkatkan kapasitas pendamping melalui kegiatan bimtek, serta perlu meninjau ulang besaran insentif yang diterima pendamping LKSA dilihat dari cakupan wilayah dampingan dan jumlah KPM yang didampingi serta lembaga swasta yang bergerak di bidang perlindungan anak untuk melakukan pendampingan supaya dapat memenuhi hak – hak anak</p> Fatwa Nurul Hakim (Author) Copyright (c) 2023 Fatwa Nurul Hakim https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3253 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Kompetensi Administrator Pekerjaan Sosial pada Pemimpin Yayasan Istana Belajar Anak Banten https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3252 <p>Administrasi pekerjaan sosial adalah proses menjalankan suatu organisasi yang meliputi tujuan, kebijakan, kepegawaian, administrasi, pelayanan, dan evaluasi. Namun, pengelolaan pekerjaan sosial di organisasi layanan manusia menghadapi berbagai tantangan terkait dengan kurangnya sumber daya untuk mendukung infrastruktur organisasi dan fungsi administrasi. Salah satunya adalah banyak organisasi layanan manusia dikelola oleh administrator yang tidak memiliki keterampilan manajemen di bidang pekerjaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pekerja sosial di Yayasan Belajar Istana Anak Banten (ISBANBAN). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan kompetensi administrator pekerjaan sosial yang dimiliki oleh pimpinan Yayasan ISBANBAN. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan data sekunder. Hasilnya menunjukkan bahwa Direktur Yayasan ISBANBAN memiliki latar belakang pekerjaan sosial dan memahami pengetahuan, sikap dan perilaku sebagai pekerja sosial. Dalam hal ini, pimpinan Yayasan ISBANBAN harus menjaga dan meningkatkan kompetensinya sebagai pekerja sosial. Selain itu, jika pemimpin dan/atau administrator organisasi memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman dan kompetensi manajerial di bidang pekerjaan sosial akan berdampak pada efektivitas distribusi layanan organisasi tersebut dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.</p> Gina Indah Permata Nastia, Soni Akhmad Nulhaqim (Author) Copyright (c) 2023 Gina Indah Permata Nastia, Soni Akhmad Nulhaqim https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3252 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Kualitas Hidup pada Individu Autistik Dewasa https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3251 <p>Gangguan Spektrum Autisme merupakan gangguan perkembangan yang ditandai dengan hambatan<br>komunikasi dan interaksi sosial. Gangguan ini berlangsung sepanjang usia hingga dewasa. Indikator<br>keberhasilan layanan intervensi pada individu dengan disabilitas dapat diketahui melalui kualitas hidup. Penelitian sebelumnya menemukan kualitas hidup individu autistik dewasa cenderung lebih rendah. Salah satu upaya meningkatkan kualitas hidup individu autistik dewasa melalui identifikasi faktor-faktor prediktor kualitas hidup. Namun, di Indonesia belum ada penelitian terkait konteks tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup individu autistik dewasa di Indonesia dan peranan dukungan sosial. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Kualitas hidup diukur dengan kuesioner WHOQoL-BREF, Disability Module dan ASQoL. Dukungan sosial diukur dengan ISEL-12. Jumlah partisipan 31 orang yang berusia 18-30 tahun tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial berkorelasi positif dengan kualitas hidup. Hal ini menunjukkan meningkatnya dukungan sosial sejalan dengan meningkatnya kualitas hidup pada individu autistik dewasa. Sumber dukungan sosial yang dirasakan paling menguntungkan bagi individu autistik dewasa berasal dari keluarga, teman, dan profesional (terapis, guru,psikolog). Bantuan yang diberikan mencakup bantuan informasi, bantuan emosional, dan bantuan langsung. Upaya meningkatkan kesejahteraan hidup bagi individu autistik dewasa memerlukan kerjasama dari berbagai elemen mulai dari pembuat kebijakan hingga masyarakat. Temuan ini menambah wawasan pengetahuan mengenai gambaran kehidupan individu autistik dewasa di Indonesia untuk pengembangan program-program selanjutnya.</p> Endang Retno Surjaningrum, Husnul Mujahadah (Author) Copyright (c) 2023 Endang Retno Surjaningrum, Husnul Mujahadah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3251 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Pengaruh Perubahan Organisasi, Budaya Organisasi dan Kepemimpinan terhadap Kinerja SDM PKH dengan Organizational Citizen Behavior (OCB) sebagai Moderasi di Provinsi Sumatera Barat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3250 <p>Setiap organisasi akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja SDM dengan harapan tujuan organisasi akan tercapai. Kemampuan SDM tercermin dari kinerja, kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal. Kinerja SDM PKH berdasarkan hasil penilain belum memuaskan sehingga diperlukan peningkatan kinerja.Dalam penelitian ini menggunakan 4 valiabel yaitu; kinerja SDM PKH sebagai variabel endogen (Y), perubahanorganisasi sebagai variabel eksogen (X1), budaya organisasi (X2), kepemimpinan (X3) dan organizational citizen behavior (OCB) sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan yang positif<br>dan signifikan antara variabel perubahan organisasi terhadap kinerja SDM PKH, terdapat hubungan positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja SDM PKH, terdapat hubungan positif tidak signifikan antara kepemimpinan terhadap kinerja SDM PKH, terdapat hubungan negatif interkasi antara perubahan organisasi dengan OCB terhadap kinerja SDM PKH, terdapat hubungan negatif interaksi antara perubahan organisasi dengan OCB terhadap budaya organisasi</p> Nurannisa Nurannisa, Yunia Wardi (Author) Copyright (c) 2023 Nurannisa Nurannisa, Yunia Wardi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3250 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Pemenuhan Kebutuhan Informasi Program-Program Kesejahteraan Sosial oleh Kementerian Sosial bagi Masyarakat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3249 <p>Saat ini pemerintahan di Indonesia menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi salah satunya adalah Kementerian Sosial RI. Salah satu penggunaan media sosial oleh Kementerian Sosial RI adalah Instagram, yang digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai informasi bencana alam dan penanganannya, Bantuan Langsung Tunai (BLT), bantuan disabilitas, perlindungan anak, dan lain lain di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh efek kognitif dan Relasi Dengan Organisasi, yaitu Kementerian Sosial Republik Indonesia terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers instagram Kemensosri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Untuk mendapatkan hasil pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 206 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 81.1 persen kebutuhan informasi followers akun instagram Kemensosri dipengaruhi oleh efek kognitif dan Relasi Dengan Organisasi. Sementara itu sisanya sebesar 18.9 persen dipengaruhi oleh faktor diluar dari variabel dalam penelitian ini. Namun menurut hasil antara kedua variabel, variabel Relasi Dengan Organisasi memiliki pengaruh lebih besar hal ini ditunjukkan dengan hasil 81.1 persen dan kognitif dengan hasil 59.7persen.</p> Rachel Cristy, Rino Febrianno Boer, Rr. Indrawati Kusumadewi (Author) Copyright (c) 2023 Rachel Cristy, Rino Febrianno Boer, Rr. Indrawati Kusumadewi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3249 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Community Organizing of Victims of Human Trafficking in Kulon Progo: Road to An Integrated Approach Against Oppression https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3248 <p>The discourse on human trafficking and the efforts to overcome it are crucial issues that has received public attention in Indonesia and all around the globe. However, different perspectives among experts, activists and organizations gave rise to different approaches in analyzing the source of the problem, what is seen as the problem, and the intervention to solve the problem. This research focuses on community organizing of women victims of human trafficking as the approach which has been implemented to challenge oppression by Mitra Wacana Women Resource Center in Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. This qualitative study is aimed to explore their perspectives on defining human trafficking and its complexities, their analysis of its causes and the intervention method. The theory of anti-oppressive is applied to analyze the data and findings within this research, which results in three main points; first, Mitra Wacana’s critical awareness raises a comprehensive perspective on the complexity of the human trafficking issue by identifying the community as victims of a discriminatory and exploitative system. Second, organizing ex-migrant workers in Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak/P3A (Learning Center for Women and Children) is applied as the approach to strengthen rights-based capacity for the Kulon Progo community. Third, an integrated approach against oppression within human trafficking tried to synergize three levels of personal, cultural and structural approach. In the case of human trafficking in Kulon Progo, the integrated approach consists of public education, information development, and policy advocacy on humanity issues by involving the organization of ex-migrant workers.</p> Sri Widayanti (Author) Copyright (c) 2023 Sri Widayanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3248 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Kearifan Lokal Masyarakat Desa Lereng Merapi dalam Upaya Mitigasi Bencana Erupsi https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3246 <p>Sebagai masyarakat yang bermukim diperdesaan Lereng Merapi, tentu memiliki beragam bentuk kearifan lokal dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Permasalahan penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan penelitian, bagaimana bentuk dan makna kearifan lokal masyarakat perdesaan lereng Merapi yang didayagunakan dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Penelitian dilakukan di Kalurahan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk dan makna kearifan lokal masyarakat lereng Merapi dalam upaya mitigasi bencana erupsi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dalam upaya mitigasi bencana erupsi, masyarakat di perdesaan Lereng Merapi mendayagunakan sejumlah bentuk kearifan lokal: 1) pengetahuan lokal mencakup inisiatif lokal berupa kegiatan religius, pembimbingan filosofi jawa, gugur gunung, jimpitan, dan rembug warga. Teknologi lokal berupa kenthongan sebagai wahana pertukaran informasi baik kondisi aman maupun dalam keadaan marabahaya 2) budaya lokal, berupa tradisi mencakup upacara labuhan dan nyadran, kesenian slawatan, serta ungkapan lokal seperti sing eling lan waspada, 3) keterampilan lokal mencakup keterampilan bertani dalam pembuatan pakan ternak berbahan dasar sampah organik. 4) sumberdaya lokal mencakup sumberdaya manusia, alam, dan sumberdaya sosial. 5). proses sosial lokal mencakup penguatan pola interaksi sosial, tata hubungan warga, dan pengawasan sosial. 6) solidaritas kelompok meliputi penguatan sikap kebersamaan dan kesetiakawanan sosial berlandaskan filosofi Jawa. Direkomendasikan agar kebijakan penanggulangan korban bencana alam mengutamakan upaya mitigasi dengan mendayagunakan setiap bentuk kearifan lokal masyarakat di daerah rawan bencana.</p> Suryani Suryani, Andayani Listyawati, Fatwa Nurul Hakim (Author) Copyright (c) 2023 Suryani Suryani, Andayani Listyawati, Fatwa Nurul Hakim https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3246 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Pengaturan Hidup dan Peran Lansia dalam Keluarga https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3245 <p>Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait pengaturan hidup lansia serta peran yang dijalankan dalam keluarga.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif guna menghasilkan tema-tema yang sesuai tujuan penelitian. Hasilnya menunjukkan lansia mengatur kehidupannya dengan tinggalbersama keluarga baik keluarga inti maupun dengan keluarga besar, ada juga lansia yang hanya tinggal dengan pasangan atau bersama asisten rumah tangga tapi masih rutin dikunjungi oleh anak dan cucunya. Para lansia juga tetap rutin melaksanakan olahraga ringan serta aktif dalam kegiatan/organisasi sosial, keagaaman, kewirausahaan, bahkan politik. Peran lansia dalam keluarga meliputi peran kerumahtanggan, peran pendidikan keluarga dan peran pengambilan keputusan keluarga</p> Syamsuddin Syamsuddin (Author) Copyright (c) 2023 Syamsuddin Syamsuddin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3245 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3244 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kesiapan individu untuk berubah dan rasa berdaya psikologis terhadap kesiapan organisasi untuk berubah Pada 2 BUMN. Teknik pengambilan data menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 175 orang, dan diolah dengan mempergunakan analisis Regresi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, KIB (Kesiapan individu untuk berubah) dan RBP (Rasa berdaya psikologis) bersama-sama memiliki efek yang signifikan pada KOB (Kesiapan organisasi untuk berubah) dengan r-square. Kesiapan individu untuk berubah (KIB) sendiri berpengaruh signifikan terhadap kesiapan organisasi untuk berubah (KOB). Sedangkan rasa berdaya psikologis sendiri berpengaruh signifikan terhadap kesiapan organisasi untuk berubah. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun baik rasa berdaya psikologis maupun kesiapan individu untuk berubah berpengaruh signifikan terhadap kesiapan organisasi untuk berubah untuk perubahan, tetapi skor rasa berdaya psikologis sedikit lebih tinggi dibandingkan kesiapan individu untuk berubah untuk perubahan. Hasil ini dapat diterapkan tidak hanya pada unit kerja, tetapi juga pada lingkungan sosial pada umumnya dimana untuk merubah organisasi maka pemimpin perubahan perlu memerhatikan aspek kesiapan semua anggota kelompok maupun pemberdayaan anggota kelompoknya untuk dapat mencapai keberhasilan suatu perubahan.</p> Netty Merdiaty, Wustari L. Mangundjaya, Yanki Hartijasti (Author) Copyright (c) 2023 Netty Merdiaty, Wustari L. Mangundjaya, Yanki Hartijasti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3244 Tue, 15 Aug 2023 00:00:00 +0700 Penguatan Kapasitas bagi UMKM di Rukun Warga 07, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3242 <p>Penguatan kapasitas merupakan rangkaian kegiatan bagi kelompok dengan pendampingan rutin, agar<br />kelompok tersebut dapat berkembang menjadi kelembagaan yang aktif, partisifatif, serta berfungsi sesuai dengan peranannya di masyarakat. Penguatan kapasitas yang dikaji dalam artikel ini adalah penguatan kapasitas UMKM di Rukun Warga 07, Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan serta menganalisis penguatan kapasitas UMKM di RW 07 yang terdiri dari empat dimensi, yakni peran pemimpin lokal, pengembangan komunitas lokal, komunikasi vertikal dan horizontal, serta dukungan pihak luar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan dimensi penguatan kapasitas UMKM di RW 07 sudah terimplementasi dengan baik, namun belum mencapai hasil maksimal. Tidak maksimalnya proses penguatan kapasitas tersebut terlihat dari belum adanya proses pengembangan komunitas<br />lokal di RW 07. Hal tersebut berimplikasi terhadap terhambatnya pencapaian tujuan dari penguatan kapasitas UMKM di RW 07. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran bagi penguatan kapasitas UMKM diRW 07, diantaranya pemimpin lokal di RW 07 perlu menjaga dan meningkatkan perannya, komunitas lokal perlu dikembangkan, komunikasi vertikal dan horizontal perlu dijaga dan ditingkatkan, serta dukungan pihak luar perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin. Selain itu, peneliti juga memberikan saran berupa pemberian pelatihan bagi UMKM di RW 07 agar proses penguatan kapasitas dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.</p> Yudhistira Anugerah Pratama, Arie Surya Gutama, Muhammad Fedryansyah (Author) Copyright (c) 2023 Yudhistira Anugerah Pratama, Arie Surya Gutama, Muhammad Fedryansyah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3242 Thu, 10 Aug 2023 00:00:00 +0700 Pekerjaan Sosial Pada Seting Sekolahan: Persepsi Sosial Terhadap Profil Pribadi Kreatif Dalam Perspektif Teori Implisit Kreatifitas https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3241 <p>Pekerja sosial pada setting sekolahan bertanggung jawab memberikan layanan secara menyeluruh disain program untuk pendidikan, karir, pribadi, dan pengembangan sosial untuk seluruh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mekanisme teor implisit kreativitas yaitu pengetahuan implisit guru bimbingan dan konseling terhadap profil pribadi kreatif (implisit knowledge of Creative Person) dan persepsi sosial guru bimbingan dan konseling terhadap profil pribadi kreatif (social perception of the creative person). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subject pada penelitian ini terdiri dari tiga orang guru bimbingan dan konseling yang bertugas di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bandung Barat - Jawa Barat. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan informan terhadap pribadi kreatif dikenal sebagai individu yang penuh semangat dan religius, pantang menyerah, tekun dan memiliki daya imajinasi tinggi. Sedangkan persepsi sosial informan terhadap orang kreatif mengharapkan bahwa keberadaan orang kreatif senantiasa bermanfaat bagi umat, selalu memberikan solusi bagi persoalan di masyarakat dengan karya yang inovatif, serta peduli terhadap kesejahteraan sosial di lingkungan masyarakat . Hasil penelitian ini bermanfaat bagi strategi peningkatan kreativitas melalui persepsi yang positif terhadap orang kreatif sehingga mendorong individu dalam segala bidang untuk meraih pencapaian kreatif dengan melakukan hal-hal baru, belajar hal baru, dan menyelesaikan sesuatu dengan cara dan inovasi baru.</p> Ineu Maryani, Ahman, Juntika Nurihsan, Ilfiandra (Author) Copyright (c) 2023 Ineu Maryani, Ahman, Juntika Nurihsan, Ilfiandra https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3241 Thu, 10 Aug 2023 00:00:00 +0700 Efektifitas Program Rumah Layak Huni dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Aceh Barat Daya https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3240 <p>Dalam upaya mengurangi ketimpangan, pemerintah melaksanakan pembangunan rumah layak huni kepada masyarakat yang membutuhkan. Secara nasional, program ini telah berjalan sejak tahun 2015 yang diinisiasikan langsung oleh Presiden Joko Widodo melalui program Sejuta Rumah. Disisi lain, ternyata pemerintah Aceh sudah lebih dulu menginisiasi bantuan perumahan bagi masyarakat kurang mampu ini sejak tahun 2008. Seiring berjalannya waktu, dengan paket kebijakan bantuan sosialnya, ternyata Aceh masih saja terjerambab kedalam lingkaran kemiskinan. Status termiskin di Sumatera masih melabeli propinsi paling barat Indonesia ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas penyaluran rumah layak huni, sekaligus mengevaluasi capain utamanya seperti mengurangi ketimpangan bahkan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan pisau analisis menggunakan teori efektivitas dari Sutrisno (2013), yaitu 1) pemahaman program 2) tepat sasaran 3) tepat waktu 4) tercapainya tujuan 5) perubahan nyata. Secara keseluruhan, empat indikator telah mampu terpenuhi, hanya variable tepat sasaran yang masih bermasalah. Oleh karena itu. peneliti sangat mengharapkan pemangku kebijakan dapat melakukan evaluasi terhadap efektivitas program rumah layak huni tersebut agar tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam upaya penanggulangan kemiskinan.</p> Fahmi Idris, Mukhrijal Mukhrijal, Saddam Rassanjani (Author) Copyright (c) 2023 Fahmi Idris, Mukhrijal Mukhrijal, Saddam Rassanjani https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3240 Thu, 10 Aug 2023 00:00:00 +0700 Inovasi Sosial pada Penanganan Stunting: Penerapan Konsep Bapak Asuh Anak Stunting di Tambak Dahan, Subang, Provinsi Jawa Barat https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3239 <p>Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menggugah partisipasi birokrasi khususnya untuk bersama mengupayakan penanganan percepatan penurunan stunting di masyarakat. Karena penanganan stunting membutuhkan kerjasama sinergis berbagai pihak, maka tata kelola kolaboratif menjadi opsi yang layak dipertimbangkan. Tulisan ini membahas tata kelola kolaboratif yang inovatif dengan mengangkat kasus implementasi BAAS melalui dapur sehat (Dashat). Inovasi yang diangkat adalah inovasi sosial, dimana program BAAS melalui Dashat adalah salah satu wujud dari penyelesaian masalah pada masyarakat melalui inovasi sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif, sementara data dan informasi diurai secara deskriptif analitis. Kolaborasi merupakan rekomendasi strategis pada implementasi program BAAS Kabupaten Subang. Kasus di Kecamatan Tambakdahan membuktikan strategi yang tepat untuk mewujudkan tata kelola kolaboratif yang efektif adalah dengan mengakomodasi penerapan inovasi sosial sehingga tujuan publik yang strategis yaitu percepatan penurunan stunting dapat tercapai. Namun, inovasi sosial memerlukan prasyarat yang mendukung antara lain: 1) kepemimpinan, 2) kesamaan pemahaman mengenai urgensi program, 3) komunikasi efektif antar jenjang, 4) kolaborasi yang baik antar pihak, dan 5) modal sosial. Modal sosial sangat penting agar pencegahan dan penangangan stunting mendapatkan perhatian dan bantuan dari masyarakat. Penanganan dan pencegahan stunting memerlukan kerjasama berbagai pihak yang ada di desa, dari pemerintah desa dan terutama masyarakatnya. Tantangan dalam menjalankan inovasi sosial ini bagi pelaku inovasi antara lain: sikap pesimis dari lingkungan sekitar, dukungan dari pemimpin, dan sikap kepemimpinan.</p> Febtri Wijayanti, Raphael Yudha, Carolina, Rachmini Saparita (Author) Copyright (c) 2023 Febtri Wijayanti, Raphael Yudha, Carolina, Rachmini Saparita https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3239 Thu, 10 Aug 2023 00:00:00 +0700 Analisis Hubungan Tingkat Stres, dan Strategi Koping pada Korban Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Timur https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3237 <p>Penelitian ini dilakukan di dua kecamatan di kabupaten Lombok Timur, yaitu Sambelia dan Sembalun. Sebanyak 120 keluarga berpartisipasi dalam penelitian ini yang dibagi menjadi dua kelompok yang sama besar yang mewakili dataran tinggi/pegunungan dan wilayah dekat pantai atau pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisa hubungan antara tingkat stres dan strategi koping keluarga korban bencana. Uji Korelasi Spearman digunakan untuk melakukan Analisa hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian membuktikan bahwa tingkat stres responden di daerah pegunungan secara signifikan lebih tinggi daripada di wilayah pesisir . Tingkat pendidikan istri dan tingkat stres juga secara signifikan berhubungan positif dengan strategi koping. Penelitian ini merekomendasikan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam mengurangi gejala stres. Keluarga dapat melakukan ini dengan melakukan interaksi positif dan komunikasi yang baik satu sama lain, sehingga menciptakan lingkungan yang saling menguatkan. Pemerintah juga diharapkan untuk memberikan pendampingan psikologi jangka panjang kepada keluarga korban bencana, karena penelitian ini menemukan bahwa keluarga masih merasa takut, sedih, dan penuh ketidakpastian selama tinggal di hunian sementara. Selain itu, masyarakat dan Lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang peduli dengan daerah bencana diharapkan untuk memberikan perhatian dalam bentuk edukasi, konseling, dan arahan secara berkala kepada keluarga korban bencana, untuk membantu mereka mengembangkan strategi koping yang efektif.</p> R Sukarni, Diah Krisnatuti, Tin Herawati, Irwan Rahadi (Author) Copyright (c) 2023 R Sukarni, Diah Krisnatuti, Tin Herawati, Irwan Rahadi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3237 Thu, 10 Aug 2023 00:00:00 +0700 Spiritualisme Dalam Rehabilitasi Pengguna Narkoba Pada Pondok Pesantren Suryalaya https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3236 <p>Berbagai lembaga yang menyelenggarakan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba telah berkembang, salah satunya diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya yang menerapkan pendekatan spiritualisme Islam untuk mengubah kebiasaan menggunakan narkoba menjadi kebiasaan melaksanakan ritual keagamaan sehingga tertanam sikap dan perilaku yang yang baik atau ahlakul karimah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba di Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari informan yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren, pimpinan yayasan, pengelola Inabah, dan anak bina sebagai penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan proses rehabilitasi yang diselenggarakan oleh Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya menggunakan aktivitas beribadah keagamaan sebagai kegiatan yang mengalihkan perhatian dan tenaga penyalahguna dari keinginan untuk menggunakan narkoba. Dari tujuan dan proses rehabilitasi, pendekatan spiritualisme yang dijalankan lembaga memungkinkan terjadinya perubahan perilaku melalui aktivitas ritual yang dapat mengembangkan dan memperkuat aspek spiritual anak bina. Namun demikian, masih dibutuhkan proses tindak lanjut untuk<br>penguatan agar anak bina tidak lagi tergoda dengan kebiasaan lamanya yang buruk. Kajian kritis yang bersifat evaluatif diperlukan pada layanan berbasis faith based untuk memperkuat pengaruh dan posisi dari pendekatan ini di arena praktik pekerjaan sosial</p> Budi Muhammad Taftazani, Nurliana Cipta Apsari, Meilanny Budiarti Santoso (Author) Copyright (c) 2023 Budi Muhammad Taftazani, Nurliana Cipta Apsari, Meilanny Budiarti Santoso https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3236 Thu, 10 Aug 2023 00:00:00 +0700 Kesejahteraan Semu dalam Dialektika Perilaku Bunuh Diri di Kabupaten Gunung Kidul: Tinjauan Sosial Psikologis https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3235 <p>Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta setiap tahunnya rata-rata sebanyak 30 orang. Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimanakah pola perilaku bunuh diri di Kabupaten Gunung Kidul. Bagaimanakah penjelasan mengenai fenomena Pulung Gantung di Kabupaten Gunung Kidul. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi pihak terkait dalam menyusun langkah preventif perilaku bunuh diri di Gunung Kidul. Metode penelitian kualitatif dengan teknik penelitian wawancara dan kajian literatur digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Untuk alasan etis, wawancara tidak dilakukan kepada penyintas ataupun keluarga pelaku bunuh diri, melainkan kepada pihak yang terlibat dalam penanganan bunuh diri di Gunung Kidul, diantaranya pihak pemerintah daerah, rumah sakit, kepolisian, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku bunuh diri lebih banyak berjenis kelamin laki-laki, berusia diatas 58 tahun, berprofesi sebagai petani, dengan cara gantung diri, pada pukul 2 sampai dengan 3 dinihari, sering dilakukan di bulan maret, dengan motif faktor usia, penyakit menahun, dan tekanan ekonomi. Paling banyak terjadi Kelurahan Semin, Gedangsari, dan Wonosari. Penanganan fenomena bunuh diri membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Pemerintah daerah harus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi lansia. Program Posyandu Lansia harus di intensifkan dengan menyasar kesehatan fisik dan psikis. DPRD harus mengawasi implementasi program pemerintah daerah. Perlu keterlibatan akademisi dan masyarakat.</p> Lukman Nul Hakim, Reza Amarta Prayoga, Mery Ganti, Muslim Sabarisman, A. Nururrochman Hidayatulloh (Author) Copyright (c) 2023 Lukman Nul Hakim https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.kemensos.go.id/index.php/jsk/article/view/3235 Thu, 10 Aug 2023 00:00:00 +0700