Vol. 16 No. 2 (2011): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Articles

GAYA HIDUP HEDONISME DAN FENOMENA TRAFFICKING ANAK: Studi Kasus di Kota Surabaya

Muslim Sabarisman
Muslim Sabarisman, A.KS, lahir pada 24 Juni 1970, lulus dari Sekolah Tinggi Kesejehteraan Sosial (STKS) Bandung. Saat ini adalah Peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI.

Published 2017-05-17

How to Cite

Sabarisman, M. (2017). GAYA HIDUP HEDONISME DAN FENOMENA TRAFFICKING ANAK: Studi Kasus di Kota Surabaya. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 16(2), 187–196. https://doi.org/10.33007/ska.v16i2.802

Abstract

Hedonisme adalah klaim bahwa hanya kenikmatan yang memiliki nilai dan hanya rasa sakit yang tidak memiliki nilai non-instrumentally, yaitu bahwa, terlepas dari nilai apapun yang mungkin menyebabkan atau menghalanginya. Dalam pengertian pandangan ini, persahabatan, tindakan, dan pencapaian kita, daya pemahaman, wawasan dan karakter kita, hanya berharga secara intrinsik, melalui kenikmatan (jasmaniah) yang dapat kita capai atau rasa sakit yang dapat kita hilangkan. Oleh sebab itu, tulisan ini akan mencoba menjawab pertanyaan penelitian tentang fenomena perdagangan anak dalam hubungannya dengan konsep gaya hidup, terutama dalam konteks mengapa dan bagaimana gaya hidup hedonisme bisa menjadi sangat berpengaruh terhadap fenomena perdagangan anak di kota-kota besar. Penelitian
ini dilangsungkan di kota Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia dengan seluruh geliat kehidupan sosialnya yang kompleks, dan terkadang, asimetris. Kata-kata kunci: gaya hidup hedonisme, perdagangan anak.

Downloads

Download data is not yet available.