FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KETAHANAN SOSIAL PADA KOMUNITAS MULTIKULTUR Studi di Kelurahan Perkamil Kecamatan Tikala Kota Manado
Published 2017-04-27
How to Cite
Abstract
Kesadaran multikultur sebenarnya sudah muncul sejak negara Republik Indonesia terbentuk. Munculnya wacana multikulturalisme merupakan reaksi terhadap adanya pluralitas yang begitu kompleks di dalam masyarakat, yang di dalamnya tidak hanya pengakuan yang dibutuhkan tetapi juga kesadaran budaya yang inklusif. Bagaimana terjadi komunikasi dan pertukaran budaya yang saling berdialektis antar ragam komunitas atau kelompok-kelompok masyarakat tanpa harus menyertai semangat atau ideologi untuk saling menunjukkan dan menganggap kebudayaan kelompoknya paling superior. Permasalahan pokok kaijian ini adalah Jaktor-Jaktor apa yang menyebabkan adanya kemampuan komunitas dengan beberapajberagam budaya dapat memiliki ketahanan sosial. Tujuan kajian ini adalah
mengetahui gambaran komunitas yang memiliki beragam budaya namun kondisi ketahanan sosialnya relatif baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
Hasil analisis kajian mengungkapkan bahwa secara umum tidak ada perbedaan yang menonjol di kalangan komunitas lokal untuk pemahaman tentang multikultur. Multikultural tidak terlepas dari faktor budaya masing-masing komunitas, toleransi antar umat, faktor kekeluargaanjkekerabatan dan faktor kesadaran untuk saling memahami. Faktor pendidikan dan ekonomi merupakan pendukung yang cukup signifikan terhadap daya tahan komunitas. Berfungsinya lembaga komunitas (forum antara umat beragama) cukup besar perannya sebagai peredam konflik.