Articles
Published 2020-01-07
How to Cite
Mayliza, M., & Adianto, A. (2020). ANALISIS SWOT PEMBERDAYAAN KAT SUKU BONAI DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DI ROKAN HULU. Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, 9(1), 63–76. https://doi.org/10.33007/ska.v9i1.1777
Abstract
Masyarakat suku pedalaman di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, yang melalui Kementerian Sosial disebut sebagai komunitas adat terpencil (KAT) adalah Suku Bonai. Komunitas adat terpencil (KAT) Suku Bonai merupakan bagian dari masyarakat Kabupaten Rokan Hulu yang juga membutuhkan dan merasakan pembangunan dalam berbagai sektor, salah satunya pembangunan masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Masyarakat KAT Suku Bonai di Kabupaten Rokan Hulu sangat membutuhkan perhatian sehingga perlu untuk terus di lakukan pemberdayaan dan pembinaan terhadap mereka. Seperti masyarakat pada umumnya, komunitas adat terpencil suku bonai membutuhkan kebutuhan dasar seperti sandang,pangan, dan papan atau bisa kita sebut pakaian,makanan dan tempat tinggal. Pola pikir mereka yang sangat masih terkukung, tentunya membutuhkan keterbukaan akses dalam upaya memberikan informasi kepada masyarakat Suku Bonai untuk bisa berkembang dan berinteraksi dengan masyarakat luar. Oleh karenanya perlu dilakukan analisis swot dalam upaya pemberdayaan KAT Suku Bonai untuk meningkatkan kesejahteraannya. Penelitian ini dirancang dengan jenis kualitatif dan pendekatan studi kasus. Informan penelitian ini adalah pihak pemberdaya yaitu Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Rokan Hulu dan pihak yang diberdayakan yaitu KAT Suku Bonai. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara, kemudian setelah data terkumpul peneliti menggunakan analisis AFAS dan EFAS dalam Analisis SWOT. Penelitian ini menemukan faktor-faktor internal dan eksternal menggunakan metode IFAS dan EFAS menghasilkan strategi SO dimana kekuatan dan peluang kuat dan besar. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif, artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal. Situasi ini sangat menguntungkan, karena kekuatan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk peluang yang ada.Downloads
Download data is not yet available.
References
- Aziz, M. A, dkk. (2005). Dakwah Pemberdayaan Masyarakat: Paradigma Aksi Metodologi. Yogyakarta. PT. LKiS Pelangi Nusantara.
- Bungin, B. (2011). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya., Edisi Kedua. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
- Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif & Desain Riset. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
- Dwidjowijoto dan Wrihatnolo. (2013). Manajemen Pemberdayaan: Sebuah Pengantar dan Panduan Untuk Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta. PT. Alex Media.
- Hikmat. R. (2001). Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung, Humaniora Utama Press (HUP).
- Kotler, P. & Amstrong G. (2008). Prinsip – Prinsip Pemasaran. Edisi 12. Jilid 1. Jakarta. Erlangga.
- Kotler, P. (2009). Manajemen Pemasaran. Edisi 13. Jakarta. Erlangga.
- Mosher. (1987). Menggerakkan dan Membangun Pertanian. Jakarta. Yasaguna.
- Pearce II, J. A. dan Robinson Jr, R. B. (2008). Manajemen Strategis-Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian, Jakarta. Salemba Empat.
- Rangkuti, F. (2010). Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta :PT. Gramedia Pustaka Utama.
- Suharto, E. (2010). Membangun Masyaraka, Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Ksesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung. Rafika Aditama.
- Sulistiyani, A. T. (2004). Kemitraan dan Model - Model Pemberdayaan. Yogyakarta. Gava Media.
- Sumodiningrat, G. (2009). Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa Menanggulangi Kemiskinan Dengan Prinsip Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta. PT. Alex Media.
- Todaro, M. P & Smith, S. C. (2006). Pembangunan Ekonomi. Jakarta.Erlangga.