KUALITAS HIDUP LANJUT USIA DI DAERAH RAWAN BENCANA (Studi kasus di Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan)
Published 2016-06-01
How to Cite
Copyright (c) 2016 husmiati yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data mengenai profil lanjut usia, untuk memperoleh penjelasan empirik mengenai kualitas hidup lanjut usia di wilayah Desa, Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dan untuk mengkaji aspek kebijakan dan program perlindungan lanjut usia terutama menyangkut kualitas hidup lanjut usia di daerah rawan bencana. Jumlah sampel dalam penelitian ini 50 orang lansia yan terdiri dari 18% laki-laki dan 82% perempuan. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik two stage cluster random sampling yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan dengan cara memilih kluster secara dua peringkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah wawancara berstruktur, yaitu pengumpulan data dengan mengajukan daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan tim peneliti yaitu berdasarkan World Health Organization of Life Instrument – Bref (WHOQO-BREF). Data yang diperoleh diolah dengan program SPSS 19. Hasil penelitian mendapati tidak ada perbedaan kualitas hidup lansia berdasarkan jenis kelamin dan tahap pendidikan. Demikian pula ada 44% responden memiliki persepsi tentang kualitas hidup pada tahap biasa saja dan memandang kualitas hidup dengan baik sebanyak 34%. Selain itu ternyata program pelayanan sosial bagi lansia di desa sukamanah belum merupakan prioritas walaupun dari segi populasi lansia cukup besar. Rekomendasi yang diberikan perlu segera turun tangan pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun program pelayanan sosial bagi lansia didaerah bencana. Selain itu perlu kajian lanjutan untuk mengetahui kontribusi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup lansia.
Â
Kata kunci: Lanjut Usia, kualitas hidup, daerah bencana
Downloads
References
- Birchwood M, Smith J, Cochrane R, Wetton S, Copestake S. The Social Functioning Scale. The development and validation of a new scale of social adjustment for use in family intervention programmes with schizophrenic patients. Br J Psychiatry, (1990); 157 : 853-9.
- Boedhi-Darmojo dan Hadi Martono. (ed), (2004). Buku Ajar Geriatri (Ilmu kesehatan lanjut usia) Edisi ke-3. Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
- Chao Shiau Fung (2010). Life transitions, social support and psychological well being among the elderly in taiwan: a longitudinal study. Proquest LLC
- Elizabeth B. Hurlock. (1992). Psikologi perkembangan. Jakarta. Erlangga.
- Hayati sari. (2010). Pengaruh dukungan sosial terhadap kesepian pada lansia. Fakultas psikologi universitas sumatera utara (tidak dipublikasikan)
- Irawan Soehartono. 1995. Metode penelitian sosial. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
- Santrock, J. W. (1995). Perkembangan masa hidup (Life-Span Development) Terjemahan Achmad Chusairi. Jakarta Erlangga.
- Gallo, J. J. dkk. (1998). Gerontologi 2 (Handbook of geriatric assessment). Terjemahan James Veldman. Jakarta Buku Kedokteran EGC.
- Kasandra Oemarjoedi. (2003). Pendekatan cognitive behavior dalam psikoterapi. Jakarta. Kreativ Media.
- Leonora-Gusman. (1993). Fundamentals of Social Work. Manila. Association of the Philippines. Taft Avenue.
- Ratula Rosista Hidayat. (1997). Studi preliminer, komparasi beberapa karakteristik penderita depresi usia lanjut Yang Tinggal di dalam dan di Luar panti dikelola Sasana Tresna Werdha. Bandung. Fakultas Pasca sarjana universitas Padjadjaran.
- Suharsimi Arikunto. (1993). Prosedur penelitian (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta. Rineka Cipta.
- Sri Surini Pudjiastuti. (2003). Fisioterapi pada lansia. Jakarta Buku Kedokteran EGC.
- Tody Lalenoh. (1996). Lanjut usia dan usia lanjut. Jakarta. SOCIALIA.
- Tody Lalenoh.(1993). Gerontologi dan pelayanan lanjut usia. Bandung. Anaba Press.
- UU RI Nomor 13 Tahun (1989) Tentang Kesejahteraan lanjut usia.
- Wahjudi Nugroho,(2000) Keperawatan gerontik Edisi ke-2. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
- WHOQOL Group. ; (1993).Measuring Quality of Life: The Development of the World Health Organization Quality of Life Instrument (WHOQOL). Geneva: WHO.
- Yahaya,et al (2010). Quality of life of older Malaysians living alone. Educational Gerontology. 36:893-906.